Jumat, 25 September 2026

Kemenkeu-BI Sepakati 5 Pilar Sinergi Fiskal-Moneter: Dari Pertumbuhan hingga Pengendalian Inflasi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter & Fiskal di Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: Antara

Kelima, memperdalam pasar keuangan untuk mendukung transmisi kebijakan sekaligus memperluas sumber pembiayaan ekonomi.

Kemenkeu dan BI juga sepakat menjalankan kebijakan sesuai mandat masing-masing. Kemenkeu akan menjaga kebijakan fiskal tetap pruden dan berkesinambungan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diarahkan tetap berada di bawah tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB), melalui penguatan penerimaan dan penajaman belanja.

Dari sisi pembiayaan, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko utang untuk menjaga struktur utang pemerintah tetap sehat, aman, dan berkesinambungan.

Sementara itu, BI akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung sasaran inflasi sebesar 2,5 plus minus 1 persen pada 2026-2027. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (ant/bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 25 September 2026
30o
Kurs