Dari sisi permodalan, Bambang Haryo mengimbai para pelaku usaha agar tidak ragu memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Karenaa pemerintah telah menyediakan fasilitas pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan dengan bunga terjangkau sebesar 8 persen.
“Selain itu, pemerintah juga menyiagakan Satgas UMKM untuk memberikan perlindungan bagi para pelaku usaha dari berbagai bentuk gangguan oknum yang merugikan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Amir Hamzah Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan, pengembangan kuliner di Surabaya fokus pada penguatan merek lokal agar bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dia menyebut produk kuliner khas Surabaya seperti rujak cingur hingga spiku sebenarnya sudah memiliki popularitas yang tinggi. Namun, pengelolaan merek, estetika kemasan, serta daya tahan produk perlu terus ditingkatkan.
“Penguatan merek, kemasan yang menarik, dan ketahanan produk menjadi kunci utama agar kuliner khas Surabaya ini memiliki jangkauan pemasaran yang semakin luas,” tutupnya.
Sebagai informasi, Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif menginisiasi kegiatan bimtek terkait inovasi kuliner lokal yang diikuti sekitar 70 pelaku usaha kuliner di Surabaya. (kir/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

