Kamis, 23 Juli 2026

Menkeu: Pengecualian Anak Keluarga Mampu dari MBG Berpotensi Hemat Anggaran

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Siswa menunjukkan paket makanan menu kuliner nusantara untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Tanjunganom 3, Nganjuk, Jawa Timur. Foto: Antara

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) menilai wacana pengecualian anak dari keluarga mampu sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menciptakan efisiensi anggaran negara.

Namun, ia menegaskan mekanisme pelaksanaannya masih menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Purbaya, apabila kebijakan tersebut diterapkan, anggaran yang selama ini dialokasikan untuk kelompok masyarakat mampu dapat dihemat.

“Pasti ada kurang, penghematan (anggaran) lah, bukan potong. Tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti,” kata Purbaya usai menghadiri rapat koordinasi devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Meski begitu, Purbaya mengaku belum mengetahui secara rinci skema pelaksanaan kebijakan tersebut. Ia menyebut seluruh proses teknis berada di bawah kewenangan BGN.

“Saya enggak tahu detilnya seperti apa. Saya mesti tanya ke Kepala BGN bagaimana prosedurnya. Itu kan mereka yang kendalikan sepenuhnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, apabila nantinya terdapat anak dari keluarga mampu yang memilih tidak menerima manfaat MBG, hal tersebut akan menjadi bagian dari mekanisme yang diatur BGN.

Purbaya juga mengungkapkan rencananya untuk bertemu dengan Sudaryono Kepala BGN yang baru, setelah proses konsolidasi internal lembaga tersebut selesai.

“Ketuanya ganti. Kita biarkan konsolidasi dulu. Ini kan masih konsolidasi. Biar tenang dulu,” katanya.(faz/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Surabaya
Kamis, 23 Juli 2026
29o
Kurs