Kamis, 29 Januari 2026

Menko PM–Kemenparekraf Satukan Langkah, Ekonomi Kreatif Dipacu Jadi Lokomotif Baru Perekonomian

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Abdul Muhaimin Iskandar Menko PM dan Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif saat bertemu di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Foto: istimewa

Abdul Muhaimin Iskandar Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini dilakukan melalui penguatan sinergi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Menko PM dan Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Fokus utama pertemuan diarahkan pada penyelarasan target pembangunan tahun 2026 serta pemetaan program strategis untuk mendorong industri kreatif naik kelas, dari nasional hingga global.

Menko Muhaimin menyampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak baru ekonomi nasional jika didukung intervensi kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.

“Intervensi yang paling penting adalah memastikan ekonomi kreatif yang berdaya mampu bersaing dan tumbuh menjadi kekuatan nasional bahkan global,” ujar Muhaimin.

Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran yang selama ini menjadi tantangan dalam mengoptimalkan peran Kementerian Ekonomi Kreatif.

Untuk itu, pihaknya akan mengupayakan dukungan lebih kuat dari Presiden dan Kementerian Keuangan agar alokasi anggaran ekonomi kreatif ke depan dapat diperluas, baik untuk penguatan sumber daya manusia, pengembangan industri, maupun perlindungan dan penguatan kekayaan intelektual (intellectual property/IP).

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, Menko PM menekankan peran strategis ekonomi kreatif dalam proses pemulihan sosial-ekonomi masyarakat pascabencana, khususnya di wilayah Sumatra seperti Aceh.

Menurutnya, setelah fase tanggap darurat berakhir, ekonomi kreatif dapat menjadi instrumen efektif untuk membangkitkan kembali kemandirian ekonomi masyarakat.

“Setelah masa tanggap darurat, ekonomi kreatif harus kita tumbuhkan kembali sebagai sumber penghidupan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif mengapresiasi perhatian dan dukungan Menko PM terhadap sektor ekonomi kreatif.

Ia menyampaikan bahwa kinerja ekonomi kreatif Indonesia telah melampaui target yang ditetapkan Presiden dalam RPJMN 2025.

“Faktanya, ekonomi kreatif Indonesia bukan lagi sekadar potensi, tetapi telah menjadi mesin baru ekonomi nasional,” ungkap Teuku Riefky.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif saat ini difokuskan pada tujuh subsektor prioritas, yaitu fashion, kuliner, kriya, film dan animasi, musik, gim, serta aplikasi digital.

Meski demikian, subsektor lainnya tetap mendapat ruang pengembangan sesuai dengan karakter dan potensi daerah.

Menurutnya, keunggulan ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan budaya lokal yang kuat.

Jika dipadukan dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital, produk-produk kreatif nasional diyakini mampu bersaing di pasar global.

“Yang lokal kita dorong naik kelas ke tingkat nasional, dan yang sudah nasional kita siapkan menjadi juara global. Kami siap terus berkoordinasi agar industri kreatif Indonesia semakin berkualitas dan mendunia,” pungkasnya.(faz/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 29 Januari 2026
27o
Kurs