Upaya memperkuat pasokan susu segar nasional terus dilakukan melalui modernisasi peternakan sapi perah di Jawa Timur. Salah satunya dengan penerapan sistem closed barn (kandang semi tertutup) di KUD Dadi Jaya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, serta penyerahan 90 ekor sapi perah impor kepada tiga koperasi peternak di Jawa Timur.
Program tersebut menyasar KUD Dadi Jaya Purwodadi di Kabupaten Pasuruan, Koperasi SAE Pujon di Kabupaten Malang, serta KUD Sumber Makmur Ngantang. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas peternakan, memperbaiki kualitas susu segar, sekaligus memperkuat populasi sapi perah nasional.

Hanif Faisol Nurofiq Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, koperasi, peternak, dan sektor industri menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan ketahanan pangan, khususnya di sektor persusuan.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus mendorong peningkatan produktivitas, kualitas susu segar dalam negeri, serta kesejahteraan peternak sehingga mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” ujarnya dalam kegiatan di Pasuruan, Selasa (21/7/2026).
Dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, hal senada juga disampaikan Mochamad Rusdi Sutejo Bupati Pasuruan. Ia menilai sektor persusuan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan. Menurutnya, Pasuruan sebagai salah satu sentra produksi susu terbesar di Jawa Timur memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan produksi.
Ia menyebut penerapan sistem closed barn menjadi salah satu solusi di tengah keterbatasan lahan karena mampu menciptakan lingkungan kandang yang lebih nyaman bagi sapi sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dan kualitas susu.
Fajar Dewantara Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia mengatakan, penerapan closed barn dan distribusi sapi perah merupakan bagian dari program pengembangan sektor persusuan yang telah dijalankan perusahaan bersama koperasi dan peternak selama puluhan tahun.
“Kedua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung modernisasi peternakan, meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar, serta memperkuat daya saing sektor persusuan Indonesia,” katanya.
Produktivitas Susu Naik hingga 20 Persen
Sistem closed barn merupakan kandang semi tertutup yang dirancang untuk mengendalikan suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara sehingga mampu mengurangi heat stress pada sapi perah.
Syahrudi Sustainable Agri Advisor Nestlé Indonesia menjelaskan, kondisi iklim tropis yang panas dan lembap menjadi salah satu tantangan utama peternakan sapi perah di Indonesia.
Dengan dukungan cooling pad dan exhaust fan, suhu kandang menjadi lebih stabil sehingga sapi memiliki pola makan, konsumsi air, dan waktu istirahat yang lebih baik. Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kesehatan ternak, performa reproduksi, hingga produksi susu.
Sejak diperkenalkan pada 2023, lebih dari 50 unit closed barn telah dibangun di enam daerah di Jawa Timur, yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo, Ponorogo, Jombang, dan Blitar.
Berdasarkan hasil penerapan di lapangan, sistem tersebut diklaim mampu meningkatkan produktivitas susu lebih dari 20 persen.
Selain pembangunan kandang modern, sebanyak 90 ekor sapi perah impor juga diserahkan kepada tiga koperasi di Jawa Timur. Penempatan sapi dilakukan secara bertahap pada koperasi yang telah memiliki kesiapan infrastruktur dan manajemen peternakan.

Program tersebut juga dilengkapi dengan penyerahan imported straw atau semen beku sapi perah ras Friesian Holstein untuk mendukung program inseminasi buatan dan peningkatan kualitas genetik ternak.
Nurianto Ketua KUD Dadi Jaya Purwodadi mengatakan, pendampingan teknologi modern telah membantu peternak meningkatkan kualitas pengelolaan usaha.
“Melalui penerapan closed barn, lingkungan kandang menjadi lebih nyaman sehingga kesehatan sapi terjaga dan produktivitas susu meningkat. Penyerahan sapi perah impor juga menjadi peluang meningkatkan kualitas genetik ternak,” ujarnya.
Selain modernisasi peternakan, perusahaan juga mengembangkan program pertanian regeneratif melalui pembangunan sekitar 8.700 biodigester, 2.000 manure application unit, serta penanaman lebih dari 200 ribu pohon legum untuk mendukung pengelolaan limbah ternak dan keberlanjutan lingkungan.
Saat ini, Nestlé Indonesia menyerap susu segar senilai lebih dari US$60 juta setiap tahunnya dari para peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur. Perusahaan tersebut sudah bekerja sama dengan 28 koperasi dan lebih dari 12 ribu peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Jawa Timur memproduksi sekitar 475,39 ribu ton susu segar pada 2025, menjadikannya sebagai sentra produksi susu sapi terbesar di Indonesia.(ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

