Kamis, 27 Agustus 2026

Neraca Perdagangan Defisit, Indef Dorong Ekspor Bernilai Tambah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Kegiatan bongkar muat di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Foto: Humas PT TPS

Menurut Rizal, defisit perdagangan menjadi peringatan bahwa struktur ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada harga komoditas dunia.

Ketika harga komoditas melemah atau impor meningkat, terutama sektor energi, kinerja perdagangan nasional menjadi rentan mengalami tekanan.

Meski demikian, ia menilai sektor nonmigas tetap akan menjadi penopang utama ekspor Indonesia.

Berdasarkan data, ekspor nonmigas sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 110,19 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 95,5 persen dari total nilai ekspor nasional.

Namun, Rizal menekankan bahwa strategi ekspor tidak lagi cukup hanya mengandalkan batu bara dan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Kamis, 27 Agustus 2026
23o
Kurs