BPS: Neraca Perdagangan Defisit 1,61 Miliar Dollar AS, Pertama Kali dalam Enam Tahun Terakhir
Rabu, 1 Juli 2026 | 19:28 WIB
Ilustrasi - Kegiatan bongkar muat di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Foto: Humas PT TPS
Menurut Rizal, defisit perdagangan menjadi peringatan bahwa struktur ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada harga komoditas dunia.
Ketika harga komoditas melemah atau impor meningkat, terutama sektor energi, kinerja perdagangan nasional menjadi rentan mengalami tekanan.
Meski demikian, ia menilai sektor nonmigas tetap akan menjadi penopang utama ekspor Indonesia.
Berdasarkan data, ekspor nonmigas sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 110,19 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 95,5 persen dari total nilai ekspor nasional.
Namun, Rizal menekankan bahwa strategi ekspor tidak lagi cukup hanya mengandalkan batu bara dan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).