Senin, 12 Oktober 2026

Neraca Perdagangan Defisit, Indef Dorong Ekspor Bernilai Tambah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Kegiatan bongkar muat di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Foto: Humas PT TPS

Pemerintah perlu mendorong peningkatan ekspor produk hasil hilirisasi dan industri manufaktur yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Produk yang dinilai memiliki prospek besar antara lain hasil hilirisasi nikel, besi dan baja, produk turunan kelapa sawit, kimia dasar berbasis pertanian, aluminium semi-finished, produk perikanan, kopi, kakao, rempah-rempah, furnitur, tekstil teknis, alas kaki, otomotif, hingga komponen elektronik.

“BPS juga mencatat kenaikan ekspor nonmigas Januari–Mei 2026 terutama didorong industri pengolahan, termasuk olahan nikel, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik berbasis pertanian, kimia anorganik, dan semi aluminium,” tambahnya dilansir dari Antara.

Selain memperkuat struktur ekspor, Rizal juga menilai pemerintah perlu memperluas tujuan ekspor Indonesia ke pasar-pasar nontradisional seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan kawasan intra-ASEAN.

Saat ini, ekspor nonmigas Indonesia masih terkonsentrasi ke sejumlah negara utama seperti China, Jepang, dan Australia.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
26o
Kurs