Pemerintah perlu mendorong peningkatan ekspor produk hasil hilirisasi dan industri manufaktur yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Produk yang dinilai memiliki prospek besar antara lain hasil hilirisasi nikel, besi dan baja, produk turunan kelapa sawit, kimia dasar berbasis pertanian, aluminium semi-finished, produk perikanan, kopi, kakao, rempah-rempah, furnitur, tekstil teknis, alas kaki, otomotif, hingga komponen elektronik.
“BPS juga mencatat kenaikan ekspor nonmigas Januari–Mei 2026 terutama didorong industri pengolahan, termasuk olahan nikel, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik berbasis pertanian, kimia anorganik, dan semi aluminium,” tambahnya dilansir dari Antara.
Selain memperkuat struktur ekspor, Rizal juga menilai pemerintah perlu memperluas tujuan ekspor Indonesia ke pasar-pasar nontradisional seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan kawasan intra-ASEAN.
Saat ini, ekspor nonmigas Indonesia masih terkonsentrasi ke sejumlah negara utama seperti China, Jepang, dan Australia.

NOW ON AIR SSFM 100

