Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang, pengumuman Moody’s untuk mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level Baa2, sebagai pertanda fundamental ekonomi Indonesia tetap solid.
Friderica Widyasari Dewi Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung kuat. Hal ini didorong kerangka kebijakan makro yang disiplin, serta ketahanan sektor jasa keuangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
“Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung pembiayaan program prioritas pemerintah, serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor,” kata Friderica seperti dilansir Antara, Jumat (6/2/2026).
OJK juga akan memperkuat stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Konsistensi program prioritas 2026 juga akan dijalankan dengan hati-hati, untuk memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan, dan pendalaman pasar keuangan secara terukur.
Sebelumnya Moody’s mengumumkan untuk mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level Baa2. Moody’s juga menyesuaikan outlook dari stabil menjadi negatif.
Pada Kamis (5/2/2026) Moody’s memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada pada kisaran 5% dalam jangka pendek hingga menengah, dengan ketahanan ekonomi yang terjaga.(ant/lea/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
