Selasa, 3 Februari 2026

Pakar Ungkap Penyebab Harga Emas Antam Melonjak Tajam

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Foto: iStock

Harga emas Antam mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan kenaikan logam mulia itu, sempat menembus angka lebih dari Rp3 juta per gram.

Romauli Nainggolan Dosen Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Ciputra (UC) Surabaya menilai, kenaikan harga emas tersebut dipicu oleh dua faktor utama, yakni kondisi geopolitik global dan meningkatnya permintaan emas dari bank sentral dunia.

“Emas memang menjadi tujuan utama investor ketika terjadi krisis, terutama akibat konflik geopolitik seperti di Timur Tengah maupun Ukraina,” kata Romauli Nainggolan saat ditanya suarasurabaya.net pada Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam situasi ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi global, emas kembali dipandang sebagai safe haven atau aset pelindung nilai. Kondisi tersebut mendorong investor global mengalihkan asetnya ke emas untuk menjaga kekayaan.

Romauli Nainggolan Dosen Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Ciputra (UC) Surabaya. Foto: dok. pribadi Romauli Nainggolan

Selain faktor geopolitik, lonjakan harga emas juga didorong oleh meningkatnya permintaan dari bank sentral di berbagai negara. Di sisi lain, pasokan emas dinilai semakin terbatas karena pertumbuhan produksi tambang yang tidak lagi signifikan.

“Permintaan emas sangat kuat, sementara ketersediaannya terbatas. Ketimpangan antara permintaan dan pasokan inilah yang mendongkrak harga emas, baik secara global maupun di negara-negara yang terdampak perang dagang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjawab soal kebingungan masyarakat terkait investasi emas. Ia mengatakan bahwa emas tetap cocok sebagai instrumen yang likuid dan berfungsi untuk melindungi nilai kekayaan dalam jangka panjang. Namun, ia menyatakan bahwa emas tidak tepat dijadikan sumber pendapatan rutin.

“Karena emas memang fungsinya untuk melindungi kekayaan di masa depan. Tapi tidak untuk income, karena emas ini bukan diterima sebagai dividen atau bunga ya, tapi dia keuntungan dari selisih harga jual dan beli,” ucapnya.

Menurutnya, jika untuk cadangan tabungan, masyarakat bisa mempertimbangkan emas sebagai bentuk perlindungan aset di tengah ketidakpastian ekonomi global. (ris/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 3 Februari 2026
25o
Kurs