Adapun PNBP dilaporkan mencapai Rp575,1 triliun atau tumbuh 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Purbaya mengatakan, optimisme tersebut ditopang oleh perbaikan administrasi perpajakan, penguatan pengawasan, serta meningkatnya aktivitas ekonomi domestik tanpa harus menaikkan tarif pajak.
“Kita akan jaga terus. Mudah-mudahan penerimaan pajaknya bisa tahan di 23 persen terus untuk penerimaan pajaknya sehingga income kita juga akan lebih baik,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap mencermati berbagai risiko global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan volatilitas harga komoditas, yang berpotensi memengaruhi penerimaan negara pada paruh kedua tahun ini.
“Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan kepatuhan berbasis risiko. Optimalisasi pemanfaatan data serta penyempurnaan administrasi perpajakan untuk menjaga momentum penerimaan pajak hingga akhir tahun,” jelasnya.

NOW ON AIR SSFM 100

