Gubernur Jatim itu menjelaskan, gelaran pasar murah menjadi upaya berkelanjutan antara pemprov dan pemda dalam menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dan mudah dijangkau masyarakat.
“Prinsipnya adalah bagaimana Pemprov bersinergi dengan Kabupaten/Kota melakukan ikhtiar stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Ini merupakan program bersama yang saling menguatkan demi menjaga kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain menjadi instrumen stabilisasi harga, Khofifah menyebut pasar murah juga dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemprov Jatim berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten/kota agar produk UMKM lokal dapat dipasarkan sekaligus mengikuti proses kurasi.
“Terlihat sederhana, tetapi bagi Pemprov ini juga menjadi bagian dari proses kurasi produk. Karena itu saya selalu mengambil *sampling* produk UMKM. Kalau produk ini lolos kurasi, maka akan berpeluang diikutsertakan dalam misi dagang,” ungkapnya.

NOW ON AIR SSFM 100

