Jumat, 13 Februari 2026

Pendapatan Pajak Tumbuh Pesat di Awal Tahun, Defisit 2026 Diprediksi Menurun

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) mengungkap penerimaan pajak Januari 2026 naik pesat, di angka 30,8 persen.

“Hasil awal di bulan Januari, pajak tumbuh 30 persen dibanding Januari tahun lalu. Kalau kita tahan 30 persen terus, itu saja sudah melebihi target APBN, defisitnya akan turun,” kata Purbaya seperti dilansir Antara, Kamis (12/2/2026).

Naiknya penerimaan pajak, diprediksikan mampu menurunkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Purbaya menegaskan strategi menjaga penerimaan negara tidak bertumpu besaran tarif pajak. Tapi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, perlambatan ekonomi akan menekan kinerja dunia usaha, dan pada akhirnya mengurangi kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pajak.

“Saya nggak menaikkan tarif pajak, pajak yang daring saya tunda dulu, cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) saya tunda juga, karena saya tahu ketika ekonomi jatuh, pemerintah bukan mencekik ekonomi, harusnya memberi stimulus,” jelasnya.

Purbaya juga mengelola mekanisme stimulus perekonomian untuk menjaga kondisi ekonomi dengan seluruh instrumen yang tersedia.

Menteri Keuangan mendorong likuiditas dan menggerakkan sektor riil, mendorong pemerintah daerah mempercepat belanja, hingga mengatasi hambatan dunia usaha.

Selain itu, pembenahan pegawa di instansi atau lembaga di bawah Kementerian Keuangan juga jadi kunci menjaga kondisi ekonomi. Khususnya pembenahan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mencegah kebocoran penerimaan.

“Jadi, ekonomi yang lebih cepat adalah modal saya untuk mengendalikan pendapatan, rasio pajak (tax ratio), maupun defisit anggaran,” Imbuhnya.

Penerimaan pajak Januari 2026 tumbuh 30,8 persen dengan nilai sebesar Rp116,2 triliun, setara 4,9 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

Penerimaan pajak menjadi tulang punggung pendapatan negara, yang hingga 31 Januari 2026 tercatat sebesar Rp172,7 triliun, naik 9,8 persen dibandingkan Januari tahun sebelumnya yang mencapai Rp157,3 triliun.

Capaian tersebut setara 5,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.(ant/lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 13 Februari 2026
31o
Kurs