Minggu, 22 Februari 2026

Prabowo Presiden Sebut Kesepakatan Dagang RI-AS Saling Menguntungkan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) oleh Prabowo Subianto Presiden RI dan Donald Trump Presiden AS di Washington DC, AS pada Kamis (20/2/2025) waktu setempat. Foto: White House

Prabowo Subianto Presiden RI mengatakan, kesepakatan baru di bidang perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat sifatnya saling menguntungkan.

Menurutnya, perundingan tarif timbal balik atau tarif resiprokal perdagangan kedua negara berjalan dengan berlandaskan sikap saling menghormati.

Dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026), di Washington D.C, RI 1 menyebut, proses negosiasi tarif perdagangan Indonesia-AS memang berlangsung cukup lama.

Tapi, dia menilai hasil yang dicapai berdampak positif buat kepentingan Indonesia.

“Kita bahas masalah perdagangan di antara dua negara. Perundingan sudah cukup lama, artinya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati saya kira bagus ya. Saya kira menguntungkan ya. Kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo Presiden menyebut sejumlah pemimpin perusahaan investasi global yang berbasis di AS menunjukkan minat dan kepercayaan yang tinggi terhadap Indonesia.

Dia menegaskan, seluruh langkah diplomasi dan negosiasi perdagangan dilakukan Pemerintah dengan mengedepankan kepentingan nasional, serta menjaga stabilitas dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat sudah terikat Perjanjian Perdagangan Timbal Balik bertajuk Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance.

Dokumen perjanjian tersebut ditandatangani Prabowo Presiden RI dan Donald Trump Presiden Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026), di Washington D.C.

Perjanjian itu bakal berlaku 90 hari sesudah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak, termasuk konsultasi dengan DPR RI, lalu disesuaikan berdasarkan kesepakatan tertulis bersama.

Beberapa poin yang ada dalam perjanjian tarif resiprokal adalah Amerika Serikat sepakat menurunkan tarif hingga nol persen untuk 1.819 produk Indonesia.

Di antaranya, minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, dan komponen pesawat terbang.

Sebaliknya, Indonesia berkomitmen memberikan fasilitas tarif nol persen sejumlah produk Amerika Serikat, khususnya komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai.

Di tingkat multilateral, kedua negara sepakat untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik, sesuai posisi dalam forum World Trade Organization (WTO).

Lalu, Indonesia mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas, sesuai peraturan perundang-undangan nasional, serta menjamin kesetaraan perlindungan data konsumen.(rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 22 Februari 2026
25o
Kurs