Rabu, 22 April 2026

Purbaya Menkeu Tolak Pinjaman IMF dan Bank Dunia, Sebut APBN Indonesia Masih Kuat

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan pada Selasa (21/4/2026). Foto Lea Citra suarasurabaya.net

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan Indonesia tidak membutuhkan pinjaman dari lembaga keuangan internasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pemerintah menilai kondisi fiskal nasional masih kuat dan mampu menghadapi tekanan eksternal tanpa tambahan utang baru.

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) mengungkapkan, tawaran pendanaan dari World Bank dan International Monetary Fund (IMF) telah disampaikan, namun tidak diambil oleh pemerintah Indonesia.

“Nawarin bahwa mereka sudah menyediakan uang, ada yang bilang 20 sampai 30 miliar dolar untuk memberikan bantuan ke negara-negara yang membutuhkan. Kalau di World Bank saya diam saja. Jangan nawarin, tapi kok yang terakhir nawarin lagi,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah memilih tidak mengambil opsi pinjaman tersebut karena posisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi solid.

“Saya bilang terima kasih atas tawarannya, tapi sekarang kondisi APBN kita masih bagus dan saya belum butuh itu,” katanya.

Menurut Purbaya, Indonesia masih memiliki cadangan dana sekitar 25 miliar dolar AS yang dapat digunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Angka tersebut dinilai cukup untuk mengantisipasi gejolak global yang masih berlangsung.

“Kita punya sekitar 25 miliar dolar untuk kebutuhan kita sendiri. Jadi kondisi keuangan kita masih aman,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menegaskan tidak memerlukan dukungan dari IMF meskipun ketidakpastian global diperkirakan masih tinggi, terutama akibat dinamika geopolitik internasional yang belum mereda.

“Ketidakpastian global masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan, karena perang juga tidak jelas hasilnya akan seperti apa. Saya tanya apakah ada kebijakan khusus dari IMF untuk membantu mengurangi ketidakpastian. Mereka bilang tidak punya otoritas itu, hanya menyediakan dana bantuan untuk negara yang membutuhkan. Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan,” kata Purbaya.

Ia menambahkan, pemerintah masih memiliki bantalan fiskal yang cukup besar, mencapai Rp420 triliun, yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. (lea/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 22 April 2026
29o
Kurs