Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin (13/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang turut menekan pasar keuangan.
Berdasarkan data pasar, rupiah turun 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.105 per dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi sebelumnya Rp17.104 per dolar AS.
Ibrahim Assuaibi pengamat mata uang dan komoditas menilai pelemahan rupiah dipicu sentimen eksternal, terutama rencana blokade jalur pelayaran strategis dunia.
“Dipengaruhi upaya blokade AS menyusul kegagalan perundingan perdamaian antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu,” ujarnya dilansir dari Antara.
Kebijakan tersebut diumumkan Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) yang menyatakan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz. Langkah ini dinilai berpotensi menggagalkan gencatan senjata dua pekan antara Washington dan Teheran.
Pihak Komando Pusat Amerika Serikat menyebutkan bahwa blokade akan diberlakukan terhadap seluruh lalu lintas maritim yang keluar-masuk pelabuhan Iran mulai Senin pagi waktu setempat. Kebijakan ini mencakup kapal dari berbagai negara yang melintasi wilayah Teluk Arab dan Teluk Oman.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata dan berpotensi mendapat respons tegas.
Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.
Meski demikian, dari sisi domestik, prospek ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Asian Development Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2026. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya sebesar 5,1 persen, meski masih di bawah target pemerintah yang sebesar 5,4 persen.
“Proyeksi tersebut masih dalam rentang target inflasi Bank Indonesia sebesar 2,5±1 persen,” kata Ibrahim.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga tercatat melemah ke level Rp17.122 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.112 per dolar AS. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
