Perkiraan itu muncul setelah sejumlah pejabat The Fed menyampaikan pernyataan bernada hawkish pada pekan lalu.
Sikap tersebut menunjukkan kecenderungan bank sentral AS untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat apabila diperlukan untuk mengendalikan inflasi.
Pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi sejumlah agenda ekonomi penting dari AS sepanjang pekan ini.
Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dijadwalkan dirilis Rabu (30/9/2026). Selanjutnya, data ISM Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) akan dirilis Kamis (1/10/2026), disusul laporan ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat (2/10).
Pasar juga akan mencermati pernyataan pejabat The Fed untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS selanjutnya.

NOW ON AIR SSFM 100

