Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (22/9/2026).
Rupiah turun 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.884 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.847 per dolar AS.
Ibrahim Assuabi analis mata uang mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi antisipasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
“Para pelaku pasar saat ini mengantisipasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed dan telah memperhitungkan kemungkinan besar akan adanya kenaikan lagi pada bulan Oktober,” ucap Ibrahim dilansir dari Antara.
Menurut Ibrahim, proyeksi suku bunga terbaru juga mengindikasikan setidaknya masih ada satu kali kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini.









