Selasa, 29 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.981, Pasar Antisipasi Kebijakan The Fed

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada penutupan perdagangan Selasa (29/9/2026).

Rupiah turun 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.981 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp17.978 per dolar AS.

Ibrahim Assuabi analis mata uang mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

“Karena tingginya harga minyak, para pelaku pasar memperhitungkan adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh The Fed, menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuannya tanggal 15-16 September lalu, yang merupakan kenaikan suku bunga dalam tiga tahun terakhir,” kata Ibrahim dilansir dari Antara.

Ekspektasi tersebut tercermin dalam data CME FedWatch. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober mencapai 70 persen.

Perkiraan itu muncul setelah sejumlah pejabat The Fed menyampaikan pernyataan bernada hawkish pada pekan lalu.

Sikap tersebut menunjukkan kecenderungan bank sentral AS untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat apabila diperlukan untuk mengendalikan inflasi.

Pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi sejumlah agenda ekonomi penting dari AS sepanjang pekan ini.

Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dijadwalkan dirilis Rabu (30/9/2026). Selanjutnya, data ISM Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) akan dirilis Kamis (1/10/2026), disusul laporan ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat (2/10).

Pasar juga akan mencermati pernyataan pejabat The Fed untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS selanjutnya.

Selain faktor dari AS, sentimen pasar turut dipengaruhi perkembangan hubungan AS dan Iran. Pasar menanti kemungkinan pembicaraan lanjutan antara kedua negara sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang.

Pembicaraan tersebut diperkirakan membahas revisi proposal tujuh hari yang diajukan Iran pada pekan lalu di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Rencana tujuh hari Iran tersebut mencakup penghentian segala permusuhan di Iran dan Lebanon, pencairan aset Iran senilai miliaran dolar, penghentian sanksi terhadap minyak Iran, serta pencabutan blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa juga menunjukkan pelemahan rupiah.

Kurs JISDOR berada di level Rp17.998 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.965 per dolar AS. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 29 September 2026
28o
Kurs