Sabtu, 5 September 2026

Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga, Ancam Hentikan Perdagangan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS). Foto: Anadolu

Donald Trump Presiden Amerika Serikat kembali menekan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) agar menurunkan suku bunga.

Trump bahkan mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang dinilai menyebabkan Amerika Serikat mengalami defisit.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui Truth Social, platform media sosial miliknya.

“Turunkan suku bunga atau saya akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang menyebabkan kita defisit, yang telah diakui secara tegas oleh Mahkamah Agung AS dalam putusannya yang konyol dan sangat merugikan soal tarif, bahwa ‘presiden’ memiliki hak mutlak untuk melakukannya,” tulis Trump.

Trump juga meminta jajaran dewan The Fed bertindak “cerdas” dan sesekali menunjukkan sikap patriotik dalam menjalankan kebijakan moneter.

Dalam unggahan lainnya, Trump menilai pertumbuhan ekonomi tidak semestinya dianggap sebagai penyebab inflasi.

Menurutnya, pandangan tersebut justru telah menghambat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat selama sekitar 25 tahun terakhir.

“Kita seharusnya mencapai pertumbuhan PDB sebesar 15 dan 20 persen, bukannya 2, 3, dan 4 persen; dan Amerika seharusnya bisa menjadi jauh lebih kuat secara finansial daripada saat ini. Utang kita akan lunas dan semua hal lain ini akan terwujud,” ujar Trump.

Dilansir dari Antara pada Sabtu (5/9/2026), Trump juga menyoroti beban biaya dari tingginya suku bunga.

Ia menyebut setiap kenaikan satu poin persentase suku bunga dapat membebani Amerika Serikat hingga 650 miliar dolar AS per tahun.

Sikap Trump terhadap kebijakan suku bunga The Fed bukan kali pertama disampaikan secara terbuka.

Sebelumnya, Trump juga kerap mengkritik Jerome Powell yang saat itu menjabat sebagai Ketua The Fed karena dinilai terlalu lambat dalam menurunkan suku bunga acuan.

Pada akhir Mei, Trump menyatakan Kevin Warsh akan memimpin upaya modernisasi besar-besaran di bank sentral AS.

Meski demikian, Trump menyebut The Fed akan tetap sepenuhnya independen dalam mengambil keputusan.

Warsh bukan sosok baru di lingkungan The Fed. Ia pernah menjadi anggota Dewan Gubernur The Fed sejak Februari 2006 hingga Maret 2011. Saat ditunjuk, Warsh menjadi anggota dewan termuda dengan usia 35 tahun.

Selain pengalaman di bank sentral, Warsh pernah menjadi penasihat kebijakan ekonomi presiden serta anggota Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih.

Trump mencalonkan Warsh sebagai ketua baru The Fed pada akhir Januari. Selanjutnya, Senat AS menyetujui penunjukannya sebagai ketua The Fed pada 13 Mei untuk masa jabatan empat tahun. (ant/saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 5 September 2026
25o
Kurs