Rabu, 9 September 2026

Trump Larang Impor Produk Kanada, Perang Dagang AS-Kanada Makin Panas

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Mark Carney Perdana Menteri Kanada dan Donald Trump Presiden Amerika Serikat dalam sebuah pertemuan di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Oktober 2025. Foto: AFP

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) kembali memperuncing perang dagang dengan Kanada.

Pemerintah AS mengumumkan larangan impor sejumlah produk Kanada, mulai dari sepeda motor, produk susu, hingga minuman beralkohol.

Pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan, kebijakan tersebut merupakan respons langsung terhadap tarif balasan Kanada yang mulai berlaku pada Selasa (8/9/2026) pukul 00.01 waktu setempat.

Larangan impor minuman beralkohol Kanada menjadi salah satu langkah yang paling mencolok. Kebijakan tersebut disebut menyerupai langkah yang sebelumnya dilakukan sejumlah provinsi di Kanada yang melarang produk alkohol asal Amerika Serikat pada awal 2025.

Larangan impor terbaru itu ditetapkan berdasarkan Section 338 Tariff Act of 1930. Dokumen yang dipublikasikan Gedung Putih menunjukkan ketentuan tersebut sebelumnya tidak pernah digunakan hingga pemerintahan Trump menerapkannya untuk kebijakan tarif terhadap Kanada pada akhir Agustus.

Selain memberlakukan pembatasan baru, pemerintahan Trump juga melakukan penyesuaian terhadap sejumlah tarif yang sudah berlaku. Tarif untuk semen, garam jalan, dan bantalan rumah sakit dihapus dan digantikan dengan bea masuk terhadap kendaraan segala medan arau all-terrain vehicle (ATV), sejumlah jenis keju, serta perahu motor.

Kebijakan larangan impor tersebut dijadwalkan mulai berlaku sekitar tiga pekan lagi, tepatnya pada 29 September 2026.

Dilansir dari NBC News, Gedung Putih juga memastikan rencana Trump untuk mengenakan tarif 50 persen terhadap mobil dan truk masih terbuka. Trump sebelumnya mengancam akan menerapkan tarif tersebut mulai 1 Januari mendatang.

Hubungan AS dan Kanada semakin memburuk setelah kedua negara gagal mempertahankan pembicaraan perdagangan. Kanada selama hampir setahun menjadi salah satu negara yang mendapat sorotan Trump karena menerapkan tarif balasan terhadap produk Amerika.

Ketegangan kembali meningkat setelah Mark Carney Perdana Menteri Kanada menghentikan negosiasi dengan AS pada 21 Agustus. Carney menilai sejumlah tuntutan Washington tidak masuk akal dan tidak adil.

Trump kemudian meningkatkan tekanan terhadap Kanada, termasuk mengancam produsen pesawat Kanada, Bombardier.

Trump melalui Truth Social menyatakan perusahaan tersebut seharusnya tidak lagi diperbolehkan menjual produknya di AS.

Bombardier merespons dengan menegaskan bahwa aktivitas perusahaannya mendukung ribuan lapangan kerja di AS melalui rantai pasoknya. Pemerintah Trump pada Selasa mengatakan masih mengkaji opsi untuk menerapkan ancaman tersebut.

Di sisi lain, Kanada juga telah memperluas tarif balasan terhadap produk AS. Ratusan barang, termasuk baja, produk susu, peralatan rumah tangga, mesin pertanian, kertas, dan elektronik, dikenai tarif antara 15 hingga 50 persen.

Carney menegaskan, Kanada belum berniat kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat. Ia bahkan menyebut pemerintahan Trump sedang berupaya “mematahkan” Kanada melalui kebijakan tarif.

Meski menghadapi tekanan perdagangan, Carney mengatakan Kanada memiliki modal ekonomi untuk bertahan.

“Dengan ekonomi yang tangguh dan posisi fiskal terkuat di G7, kami memiliki semua yang dibutuhkan untuk beradaptasi dan berkembang,” kata Carney dalam video yang diunggah di YouTube. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 9 September 2026
33o
Kurs