Helvi mengungkapkan, wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menyumbang Rp150,5 triliun atau sekitar 57 persen dari total realisasi KUR nasional. Namun, penyaluran masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
“Rinciannya, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menyumbang sekitar 78 persen. Sedangkan Bali, NTB, dan NTT baru mencapai sekitar 12 persen,” ungkapnya.
Dia menilai, pemerataan penyaluran perlu mendapat perhatian bersama. Karena, porsi KUR sektor produksi di regional baru mencapai 61,1 persen.
“Ini masih di bawah target ya. Sementara realisasi debitur yang naik kelas atau graduasi baru mencapai 64 persen dari target,” tambahnya.
Untuk mengatasi tantangan itu, Kementerian UMKM akan meningkatkan kesiapan pengusaha UMKM mengakses pembiayaan melalui fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendampingan pencatatan keuangan, dan peningkatan literasi pembiayaan.
Pihaknya juga mendorong pemerintah daerah lebih aktif mengidentifikasi dan mengunggah calon debitur potensial ke Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), sekaligus mengintegrasikan program daerah dengan perluasan akses pembiayaan.(kir/ham/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

