Berdasarkan data BPS, jumlah penumpang angkutan domestik tercatat mencapai 2,70 juta orang pada Agustus 2026, meningkat 8,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada angkutan penyeberangan, jumlah penumpang bahkan mencapai 4,66 juta orang atau tumbuh 20,13 persen.
Aktivitas pariwisata domestik juga menunjukkan peningkatan. BPS mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan, naik 11,47 persen dibandingkan Agustus 2025.
Menurut Dradjad, perkembangan tersebut memperlihatkan adanya perubahan prioritas pengeluaran masyarakat, dengan aktivitas perjalanan dan pariwisata menjadi salah satu pilihan konsumsi.
“Transportasi itu tinggi sekali karena masyarakat kita rupanya sekarang banyak yang senang jalan-jalan, dan konsumsi jalan-jalan itu tinggi sekali. Restoran dan hotel juga. Turisme meningkat, pariwisata meningkat sekali,” ujarnya dilansir dari Antara.
Selain transportasi dan pariwisata, pemerintah juga menyoroti pertumbuhan transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
NOW ON AIR SSFM 100

