Minggu, 24 Januari 2021

Kemenag Jatim Usul Penambahan Lokasi Rekam Biometrik Jadi Tujuh Titik

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Jamal Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenang Kanwil Jatim saat ditemui di Asrama Haji Surabaya pada Minggu (21/7/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Kementerian Agama Kanwil Jatim mengusulkan penambahan lokasi rekam biometrik di Jawa Timur menjadi tujuh titik. Seperti diketahui, saat ini hanya empat titik lokasi rekam biometrik, yaitu Surabaya, Malang, Jember, dan Banyuwangi.

Jamal Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenang Kanwil Jatim mengatakan, tiga lokasi yang ditawarkan adalah Bojonegoro, Madiun, dan Madura.

“Harapan kita, dari Embarkasi Surabaya menginginkan tujuh titik. Sekarang baru ada 4. Tujuh titik minimal, per wilayah,” ujar Jamal di Asrama Haji Surabaya pada Minggu (21/7/2019).

Ia menegaskan, selain berada di masing-masing wilayah kerja, lokasi rekam biometrik idealnya tersedia di masing-masing kabupaten/kota. Pasalnya, biometrik dibutuhkan tak hanya untuk haji, tapi juga umroh.

Sebenarnya, Jamal menilai, biometrik lebih efisien jika tidak dijadikan syarat untuk mengurus visa. Sebab, jika sarana prasana dari VFS Tasheel belum tersebar merata, hal ini bisa menghambat pengurusan visa.

“Itu loh, kenapa kemudian Bali dan NTT, tidak dijadikan syarat untuk visa, karena mereka belum bisa memenuhi (pengecualian,red). Jadi, kita ini jamaah haji dari Indonesia, kalau mau masuk Arab Saudi, harus melalui biometrik, nah itu jadi syarat visa. Kita ini kan, seperti tahun kemarin, tidak jadi syarat, visa (bisa, red) jalan. Disini, di embarkasi ini (tahun lalu, red), jamaah haji datang, langsung biometrik, karena tidak jadi syarat visa,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini, visa di embarkasi Surabaya sudah rampung hingga kloter 56. (bas/tin/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Minggu, 24 Januari 2021
27o
Kurs