Kamis, 1 Januari 2026
<I>Demand</I> Cukup Besar

Penyelenggaraan ICT Masih Terpisah-pisah

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Posisi Indonesia dalam pengembangan ICT (Information and Communication Technology) memiliki demand yang cukup besar, walau tidak merata dalam hal daya beli, pendidikan dan lainnya. Demikian ungkap BASUKI YUSUF ISKANDAR Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi dalam pembukaan Forum “Key Indonesia Stream” APRICOT 2007 di Bali, Senin (26/02).

Menurut BASUKI, penyelenggaraan ICT di Indonesia masih terpisah-pisah. Regulasi yang masih bertumpu pada circuit switch, tarif layanan yang belum terjangkau, juga merupakan hal-hal yang mewarnai posisi ICT di Indonesia.

Melalui forum ini, kata BASUKI, diharapkan semakin memperjelas arah roadmap pembangunan ICT di Indonesia serta partisipasi dan kontribusi dari setiap stakeholder dalam mendukung pembangunan ICT nasional.

Sementara PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) satu diantara stakeholder pengembangan ICT di Indonesia juga tidak luput dari kewajiban moral untuk mendorong percepatan pembangunan ICT di Indonesia seperti yang diharapkan oleh pemerintah tersebut. Berbagai solusi konvergen dikembangkan XL melalui divisi Business Solutions.

JOY WAHYUDI Director of Commerce XL seperti dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, semua solusi XL berbasis mobile, fixed, ataupun convergence communications (FMC). Saat ini, FMC ini ditujukan untuk masyarakat bisnis yang memerlukan solusi konvergen dengan berbagai skala/ukuran, baik yang bisnis kecil, menengah dan besar.

“FMC XL disiapkan menjawab kebutuhan dari kalangan bisnis yang memerlukan solusi konvergen dalam pelbagai skala. Namun, tidak tertutup kemungkinan ke depan kami juga akan mengembangkan aplikasi FMC untuk kepentingan yang lebih luas, seperti dunia pendidikan, dan lainnya,”ungkapnya.

JOY menjelaskan showcase FMC berbasis IP ini sudah bisa dicoba di Internet Lounge XL di APRICOT 2007 di Bali. Sejak awal XL telah melengkapi infrastrukturnya untuk bisa mengakomodir perkembangan ICT ke depan. Jaringan backbone XL, misalnya, sudah membentang sepanjang nusantara dari Banda Aceh sampai Manado.

Sedangkan untuk jaringan ke luar negeri, sudah terhubung sampai Malaysia dan Singapura. Selain teknologi 2G, 2,5G, XL juga sudah mengimplementasikan teknologi 3G untuk produk-produknya, termasuk untuk integrasi FMC. “Kami sudah siap untuk memasuki era full Internet Protocol, yaitu adanya konvergensi layanan voice, data, video dan broadcasting,”tambah JOY.

Dengan memanfaatkan momentum APRICOT (Asia Pacific Regional Internet Conference on Technology) 2007, pemerintah selaku regulator dan fasilitator perkembangan penerapan teknologi Internet mencoba menggalang kesadaran dari berbagai pelaku penyedia jasa Internet di Indonesia. Di Key Indonesia Stream ini secara serius membahas arah dan kebijakan pengembangan ICT di Indonesia.

Forum Key Indonesia Stream ini menghadirkan beberapa pembicara dengan topik bahasan mengenai Komunitas dan Industri Internet, Infrastruktur, Security dan Roadmap ICT. Pembicara yang dihadirkan, antara lain, SYLVIA SUMARLIN Ketua APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), ONNO W PURBO wakil dari komunitas pengguna Internet, serta beberapa pembicara lainnya.

Hasil dari pembahasan ini dituangkan dalam Deklarasi ICT Bali yang merupakan kesepakatan bersama antara Direktorat Jendral Pos & Telekomunikasi, APJII dan para pelaku Industri Internet di Indonesia.

Bagikan
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Kamis, 1 Januari 2026
26o
Kurs