Masyarakat industri teknologi Internet di Indonesia tidak sekadar saling berlomba dan berkompetisi di dalam menyediakan jasa layanan yang terbaik. Mereka diharapkan dapat saling berkompetisi memberikan kontribusi yang nyata untuk kemajuan masyarakat Indonesia.
Kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia, sesuai dengan impian untuk menjadikan “Internet untuk semua”, menjadi tema yang hangat diperbincangkan dan dibahas di sesi CEO Forum, APRICOT (Asia Pacific Regional Internet Conference on Technology) 2007 di Bali, Rabu (28/02).
Kegiatan CEO Forum ini menghadirkan beberapa pembicara, antara lain, SOFYAN A DJALIL Menteri Komunikasi dan Informasi serta para pucuk pimpinan perusahaan telekomunikasi dan teknologi informasi di Indonesia seperti JOY WAHYUDI Director of Commerce PT. Excelcomindo Pratama Tbk (XL), KISKENDA SURIAHARDJA Direktur Utama Telkomsel, dan beberapa lainnya.
Dalam kegiatan CEO Forum, SYLVIA SUMARLIN Ketua APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) sekaligus Ketua Panitia APRICOT seperti dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, mengatakan, percepatan ICT di Indonesia memerlukan dukungan semua pihak, termasuk regulator. “Posisi regulator yang kami harapkan adalah untuk mendorong percepatan NGN (Next Generation Network),”ujarnya.
Sementara dalam paparan dari sisi operator, JOY WAHYUDI menyampaikan beberapa hal. Saat ini XL sudah memiliki jaringan infrastruktur yang berbasis Internet Protocol (IP). Pada tahun 2006, IP backbone XL sudah tersedia di 19 kota, dan tahun ini akan berkembang menjadi 50 kota.
Saat ini XL telah memiliki backbone fiber optic di sepanjang pulau Jawa, Bali dan Lombok – yang dibangun XL sejak 1996 — disambung dengan submarine cable di Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.
Sementara untuk internasional backbone sudah tersambung hingga Singapura dan Malaysia. “Semua itu dibangun untuk mendukung kebutuhan IP di Indonesia. Dan boleh dibilang sudah sekitar 60% dari jaringan backbone tersebut sudah berbasis IP,” tambah JOY.
XL juga telah memulai program ICT, satu diantaranya, berupa NGN berbasis SIP (Session Initiation Protocol) yang telah dimplementasikan secara terbatas kepada pelanggan korporat XL. Salah satu contohnya adalah layanan Hosted IP PBX, yaitu dengan menyewakan ekstension PABX kepada pelanggan korporat, sehingga korporasi tidak perlu melakukan investasi untuk pembelian perangkat PABX.
Sejalan dengan pembahasan yang dilakukan di CEO Forum ini, XL sebagai pelaku penyedia jasa ICT di Indonesia sudah melaksanakan komitmennya untuk senantiasa mendukung dan mendorong perkembangan ICT di Indonesia melalui kontribusi nyata untuk masyarakat. Misalnya, dukungan internet XL di Taman Pintar Jogja, yang tujuannya untuk mendidik anak-anak mengenal teknologi informasi secara ini.
XL juga bekerjasama dengan AIESEC (organisasi non profit mahasiswa internasional) memberikan dukungan untuk program pengenalan ICT bagi anak-anak kurang mampu, melalui dukungan perangkat komputer dan akses internet.
Teks foto :
-SOFYAN DJALIL Menteri Komunikasi dan Informasi (kedua dari kanan) meninjau stan XL di APRICOT 2007 di Bali
Foto : Istimewa
NOW ON AIR SSFM 100
