Selasa, 2 Juni 2020

Indonesia Siap Daftarkan Domain Aksara Jawa ke ICANN

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi.

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) siap mendaftarkan nama domain beraksara Jawa (Hanacaraka) ke lembaga internasional Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Bahkan, PANDI sudah mendapatkan restu dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika serta dukungan dari berbagai komunitas di Indonesia untuk mendaftarkan nama domain aksara Jawa tersebut.

Selain Kominfo, dukungan juga datang dari berbagai kementerian, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara komunitas yang sudah menyatakan dukungannya di antaranya Aksara Jawa Sega Jabung, Panjebar Semangat, Tembi Rumah Budaya dan Sanggar Aksara Jawa Kidang Pananjung Indramayu, kemudian dari pihak FIB UGM dan yang masih ditunggu dukungannya dari pemerintah provinsi, Dinas Sosial dan Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan, karena hal ini memang diperlukan sebagai syarat. Surat dukungan ini menyatakan bahwa benar Aksara Jawa (Hanacaraka) adalah bagian dari bahasa daerah di Indonesia dan masih banyak digunakan oleh masyarakat hingga saat ini,” ujar Yudho Giri Sucahyo Ketua PANDI, dalam keterangan persnya yang dilansir Antara, Rabu (20/5/2020).

Yudho menambahkan bahwa surat dukungan yang diperoleh nantinya akan memudahkan proses pendaftaran domain Aksara Jawa tersebut ke ICANN.

Pendaftaran nama domain aksara Jawa ke komunitas internasional ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya bahasa asli Indonesia dan menjadikannya Internazionalize Domain Name (IDN) pertama di negara ini.

Dengan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia, maka aksara lain juga akan diperjuangkan untuk dibuatkan IDN-nya. “Yang akan menyusul setelah Hanacaraka selesai adalah Aksara Sunda, Bali, Batak, Bugis, Makasar dan Rejang. Paling tidak karena aksara-aksara tersebut sudah terdaftar dalam standar Unicode,” jelas Yudho.

Mohamad Shidiq Purnama Chief Registry Operator (CRO) PANDI menjelaskan bahwa pada pertengahan Juni 2020 PANDI akan submit form program Fast Track ICANN untuk IDN. “Selanjutnya kita tinggal menunggu hasil sekitar delapan pekan (sekitar awal September) dari ICANN, semoga prosesnya cepat.”

“Dari sisi teknis, PANDI sudah siapkan sistem dan aplikasi dengan menggunakan infrastruktur yang dimiliki oleh PANDI saat ini.” tambah Shidiq.

Shidiq berharap proses pendaftaran lancar dan Nama Domain Hanacaraka bisa segera diluncurkan bersamaan dengan Kongres Aksara Jawa Oktober 2020.

Sebagai informasi, ekstensi Nama Domain Hanacaraka yang akan diluncurkan adalah kata yang memilik pengertian sama dengan .ina yang nantinya akan diikuti oleh Nama Domain aksara lainnya.(ant/iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Nur Aini Kusuma

Potret NetterSelengkapnya

Kios Bensin di Lebak Jaya Utara Terbakar

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Surabaya
Selasa, 2 Juni 2020
29o
Kurs