Kamis, 20 Januari 2022

Facebook Hentikan Penggunaan Sistem “Facial Recognition”

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi Facebook. Foto: Getty Images

Perusahaan teknologi Facebook tengah mengumumkan bahwa pihaknya sudah menghentikan penggunaan sistem “facial recognition” atau pengenalan wajah yang secara otomatis mengidentifikasi melalui foto serta video.

Keputusan itu diambil mengikuti tingkat kekhawatiran pengguna yang terus meningkat mengenai penggunaan teknologi tersebut.

“Di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung ini, kami percaya bahwa membatasi penggunaan facial recognition pada beberapa kasus khusus adalah tindakan tepat,” ujar Jerome Pesenti Vice President of Artificial Intelligence (AI) di Facebook seperti dilansir dari Reuters, Rabu (3/10/2021) yang dikutip dari Antara.

Faktor lain yang juga menyebabkan penghentian fitur tersebut adalah belum matangnya regulasi yang mengatur masalah privasi pada sistem pengenalan wajah.

Dalam beberapa tahun terakhir, regulator hingga masyarakat berkompromi dan mendebat penggunaan sistem pengenalan wajah atas banyaknya pelanggaran privasi akibat sistem itu.

Sistem yang bisa mengenali wajah tersebut menjadi primadona bagi para pebisnis untuk keamanan, namun ternyata sistem itu dinilai berpotensi membahayakan privasi hingga menormalkan pengawasan yang menganggu.

Sebelum Facebook, beberapa perusahaan besar telah mengambil langkah serupa seperti IBM menghentikan penjualan produk “Facial Recognition“.

Lalu ada juga Microsoft serta Amazon yang menunda penjualan sistem itu karena masih belum jelasnya aturan mengenai sistem pengenalan wajah.

Dengan Facebook ikut bergabung memutuskan menyudahi penggunaan “facial recognition“, tentunya menjadi gebrakan bagi industri teknologi tak lagi menggunakan sistem yang tak terjamin keamanannya.

Perusahaan yang pada pekan lalu memilih nama baru yaitu Meta menyebutkan lebih dari satu pertiga penggunanya memilih sistem pengenalan wajah untuk masuk ke media sosialnya. Tentu dengan dihentikannya sistem itu akan ada 1 miliar orang berhenti menggunakan metode itu.

Juru bicara Facebook menyebutkan inisiatif itu bisa selesai di 2021 tepatnya di Desember sehingga langkah selanjutnya bisa lebih maksimal untuk menjaga keamanan dan privasi masyarakat.

Dari regulasi Facebook agar menghentikan sistem pengenalan wajah itu, alhasil individu tidak bisa dikenali dalam gambar namanya karena tak akan disertakan dan hanya disebut sebagai “individu” saja. (ant/wld/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Kamis, 20 Januari 2022
30o
Kurs