Senin, 6 April 2020

Tertukar Antar Dapil, Surat Suara DPRD 3 TPS Lumajang Tak Dihitung

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Setelah diketahui tertukar antar Daerah Pemilihan (Dapil), surat suara yang terlanjur dicoblos dalam proses Pemilu Legislatif di 3 TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, masing-masing TPS 9, 19 dan 21 akhirnya diputuskan untuk sementara tidak dihitung.

Hisbullah Huda, SH Komisioner Panwaslu Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Rabu (9/4/2014), mengatakan bahwa pihaknya setelah berkoordinasi dengan KPU, Bawaslu Jatim, KPU Jatim dan Bawaslu RI dan KPU RI, akhirnya mengijinkan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di ketiga TPS tersebut untuk melakukan perhitungan suara.

“Sebelumnya, Panwaslu bersama KPU Lumajang memang menghentikan perhitungan suara di TPS 9, TPS 19 dan TPS 21 Desa Jarit, Kecamatan Candipuro setelah dilaporkan terjadi pertukaran surat suara DPRD Kabupaten Lumajang dengan Dapil 5 yang meliputi wilayah Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang dan Randuagung,” kata Hisbullah Huda.

Dengan tertukarnya surat suara itu, pihaknya menunggu arahan dan instruksi lebih lanjut secara berjenjang hingga Bawaslu dan KPU RI. Akhirnya muncul dua opsi rekomendasi Bawaslu, apakah dihitung untuk dinyatakan sah sebagai suara Parpol atau pungut suara ulang.

Dengan rekomendasi tersebut, akhirnya petugas KPPS di ketiga TPS itu pun melakukan perhitungan suara. Dan, surat suara DPRD Kabupaten tetap disimpan dalam kotak suara untuk menjaga keamanannya. Hingga saat ini, perhitungan suara masih tetap berlangsung.

Seperti diberitakan sebelumnya, tertukarnya surat suara ini baru diketahui Panwaslu yang berkoordinasi dengan KPU sejak pukul. 11.30. Dalam penanganan berikutnya, Komisioner Panwaslu dan KPU mendatangi lokasi TPS untuk mengamankan surat suara yang tertukar. (her/rst)

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Senin, 6 April 2020
27o
Kurs