Minggu, 29 Maret 2020

Media Sosial Jadi Platform Terbentuknya Indra Lesmana Project

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Press conference Indra Lesmana Project (ILP) yang digelar di Suara Surabaya Centre Jalan Raya Bukit Darmo 22-24, Sabtu (30/6/2018). Foto: Totok suarasurabaya.net

Sebelum tampil di hadapan ratusan penonton, Indra Lesmana Project (ILP) menyempatkan diri untuk bertemu dengan awak media, dalam acara press conference yang digelar di Suara Surabaya Centre Jalan Raya Bukit Darmo 22-24, Sabtu (30/6/2018).

Di hadapan puluhan awak media, Indra menceritakan pengalamannya saat membentuk band progressif metal, yang melibatkan audisi melalui media sosial Instagram dalam pencarian anggota grup. Menurutnya, Instagram salah satu kanal yang sukses memperkenalkan komposisi terbarunya.

Saat pertama kali diunggah di akun pribadinya, kata Indra, kesan pertama disampaikan dari para netizen, yaitu sebagian besar sangat merespon positif. Menurut mereka, genre musik seperti ini sangat berbeda dari genre musik lainnya dan merupakan komposisi baru yang luar biasa.

Menanggapi hal itu, bagi Indra di usianya ke 52 tahun ini, tidak membuatnya berhenti untuk terus berkreasi dan mengeksplorasi dalam genre musik tertentu.

“Saya menghargai jenis musik apapun, dalam karya-karya musik luar biasa dari berbagai seniman musik legendaris dunia, yang memicu saya untuk terua berkreasi dan mengolah kemampuan bermusik. Saya cuma bikin demo, lalu saya posting di akun Instagram saya. Responnya, itu adalah sesuatu yang beda. Lalu, saya terusin respon itu jadi suatu hal yang positif,” kata Indra, Sabtu (30/6/2018).

Setelah sukses mendapat dukungan atas demo yang ia unggah melalui instagramnya, Indra mengaku semakin optimis untuk meneruskan respon tersebut. Salah satunya, membentuk sebuah band dan menggelar sebuah audisi melalui media sosialnya.

Tidak jauh berbeda dengan respon saat dirinya memperkenalkan karya terbarunya, ternyata gelaran tahapan audisi untuk band terbarunya pun, juga direspon luar biasa dari banyak musisi di berbagai provinsi di Indonesia.

“Banyak yang antusias sekali. Ada ratusan drumer yang mendaftar. Sudah selesai seleksi, akhirnya band saya terbentuk dan sudah terpilih orang-orangnya,” tuturnya.

Indra mengaku, peran sosial medianya tidak berhenti di tahapan audisi bandnya itu saja. Dia bersama personelnya, memanfaatkan sosial media untuk saling bertukar ide. Bahkan dia juga mencoba membentuk lagu terbarunya, melalui workshop virtual bersama personel barunya.

“Setelah audisi itu, kita mulai konteks virtual. Karena posisinya, ada yang jauh-jauhan. Kita bikin grup WA. Ya disana, kita saling bertukar ide terkait karya yang akan dibuat. Dalam waktu 2 bulan, kita membentuk lagu, yang kita coba lewat workshop virtual. Lagu sudah jadi, baru kita ketemu untuk mempersiapkan video clip dan showcase pertama,” jelasnya.

Pada tanggal 27 Juni kemarin, kata Indra, showcase pertama ILP digelar di Lemmon Studio, Jakarta Selatan. Sementara untuk Surabaya, merupakan salah satu kota pilihan untuk showcase kedua dengan bekerja sama dengan Suara Surabaya FM. Showcase kedua itu, digelar di Suara Surabaya Center, malam ini Rabu (30/6/2018). (ang/iss)

Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2020
26o
Kurs