Jumat, 17 September 2021

Diskusi Gayeng di Ruang Redaksi SS Media Bareng Sekdaprov dan Satgas Covid-19 Jatim

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Heru Tjahjono Sekdaprov Jatim dan Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim didampingi Errol Jonathans CEO SS Media saat diskusi di Suara Surabaya Center, Rabu (17/2/2021). Foto: Anton suarasurabaya.net

Kurang lebih satu tahun sudah pandemi Covid-19 ini menjangkiti Tanah Air.

Heru Tjahjono Sekdaprov Jatim bercerita, awal mula virus dengan nama Sars Cov-2 ini terdeteksi di Tanah Air, tepatnya bulan Februari 2020, di mana seorang guru dansa di Depok Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19 usai melakukan kontak dengan salah satu warga negara Jepang yang tinggal di Malaysia. Setelah itu, kasus-kasus positif Covid-19 terus ditemukan di Indonesia. Bahkan hingga hari ini, berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tercatat sebanyak 1.233.959 orang positif Covid-19.

Beragam langkah penanganan dilakukan oleh Pemerintah, mulai dari lingkup makro hingga mikro.

Heru Tjahjono mengatakan, apa yang diharapkan terjadi di masyarakat dalam mengatasi Pandemi ini salah satunya adalah perubahan perilaku.

“Perubahan perilaku ini yang menjadi point of interest Pemerintah untuk membangun masyarakat berubah perilakunya, tapi tidak berubah menjadi bukan masyarakat sosial,” kata Heru dalam Diskusi Gayeng di Ruang Redaksi bersama Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dan Dokter Kohar Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jatim di Suara Surabaya Center, Rabu (17/2/2021).

Dari kiri ke kanan: Errol Jonathans CEO SS Media, Heru Tjahjono Sekdaprov Jatim, Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dan Dokter Kohar Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jatim. Foto: Anton suarasurabaya.net

Dalam langkah penanganan, Pemerintah, kata Heru mendengar masukan dari berbagai pihak termasuk Suara Surabaya (SS) Media.

Menurutnya, laporan pendengar SS menjadi masukan data yang menjadi salah satu patokan Pemerintah dalam melangkah.

“Salah satunya, kita menggunakan influencer. Salah satunya SS untuk kita mencari input, dalam rangka dasar melakukan intervensi atau penetrasi terhadap case by case,” terangnya.

Dokter Joni juga turut menyampaikan, kemampuan suatu negara dalam menanggulangi Pandemi sangat bervariasi.

Ia mencontohkan, Vietnam dan Kamboja, negara yang lebih kecil dari Indonesia baik dalam luas wilayah dan pendapatannya, namun berhasil dalam menekan laju pertumbuhan Covid-19. Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan sebagai zona hijau.

“Apa keyword-nya di sana? Kalau kita baca itu pra hospital effort. Jadi upaya sebelum di rumah sakit yaitu pencegahan, jangan sampai tertular dengan menegakkan protokol kesehatan,” kata Dokter Joni.

Diskusi Gayeng Bareng di Ruang Redaksi SS Media bersama Dokter Joni Ketua Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Heru Tjahjono Sekdaprov Jatim dan Dokter Kohar Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jatim, di Suara Surabaya Center, Rabu (17/2/2021). Foto: Anton suarasurabaya.net

Dalam kesempatan tersebut, tim Redaksi juga memberikan masukan kepada tim Satgas Covid-19 yang diwakili oleh Eddy Prastyo Manager Produksi. Ia menyampaikan beberapa catatan di antaranya analisis dampak komunikasi, respon audiens yang jenuh atas pemberitaan Covid-19, vaksinasi dan kebangkitan ekonomi yang dilakukan Suara Surabaya Media dengan cara menstimulus UKM yang melalui program Indonesia Bangkit dan Keluarga Bangkit.

Eddy pun berharap agar diskusi serupa dapat terus dihidupkan antara Pemerintah dengan media agar informasi dari Pemerintah dapat diketahui oleh Publik secara efektif.(dfn/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Surabaya
Jumat, 17 September 2021
25o
Kurs