Senin, 6 Desember 2021

DPRD Pamekasan Curhat Banyaknya Info Hoax Soal Vaksinasi

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Suara Surabaya Media menerima kunjungan dari anggota DPRD Pamekasan pada Senin (15/11/2021). Foto: Ilham Suara Surabaya

Suara Surabaya Media pada Senin (15/11/2021) menerima kunjungan dari anggota DPRD Pamekasan. Kunjungan mereka ke Suara Surabaya Center tak lain ingin mengamati dan mempelajari bagaimana proses produksi informasi yang dilakukan oleh tim Suara Surabaya.

Dalam kunjungan kali ini, Iman Khusairi Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan bercerita tentang minimnya tingkat vaksinasi Covid-19 oleh masyarakat Pamekasan. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya masyarakat yang enggan bahkan menolak untuk divaksin karena menyerap informasi hoax.

“Faktor utama karena miskomunikasi, misunderstanding karena asupan informasi sangat kurang. Apalagi banyaknya informasi hoax beredar. Kalau di Suara Surabaya banyak memberikan pendidikan yang sangat baik apalagi saat pandemi,” kata Imam kepada Radio Suara Surabaya.

Ia juga bercerita kesulitan yang dialami saat ingin menyadarkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. Namun karena derasnya informasi bohong, masyarakat menjadi enggan divaksin dan hal itu tentu mempengaruhi tingkat vaksinasi daerah Pamekasan.

“Vaksinasi kita masih 25 persenan, jauh dari kabupaten-kabupaten lain. Sumenep saja 66 persen. Ini yang perlu dicerahkan karena isu (hoax),” ujarnya.

Imam melihat Suara Surabaya termasuk salah satu media yang berhasil mengedukasi masyarakat soal pentingnya menjaga jarak, memakai masker dan terlibat vaksinasi.

Ia berharap, media yang sama juga ada di Pamekasan. Tujuannya, agar informasi mengenai vaksinasi yang benar dapat terserap langsung oleh masyarakat.

“Kita kurang sarana informasi yang bisa disampaikan ke masyarakat. Ada, hanya saja jangkauannya rendah, hanya seputaran kota tapi belum pelosok desa,” imbuhnya.

Hal itu dibenarkan oleh Ali Maskur anggota DPRD Pamekasan. Menurutnya, di Pamekasan sebenarnya ada radio sebagai media penyebaran informasi valid tentang pandemi ini. Hanya saja, jangkauannya masih terbatas.

“Ada yang komplain karena jangkauannya kurang luas, ada yang sudah luas tetapi sajian beritanya masih kurang dibading di sini. Alasan itu lah yang saya ingin cari tahu dan belajar di Suara Surabaya,” kata Ali.(tin/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
26o
Kurs