Minggu, 25 September 2022

Kagum Dengarkan Radio Suara Surabaya, Komunitas Home Schooling Belajar Langsung ke SS

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kunjungan siswa danguru dari Home Scooling Mandiri Surabaya ke Radio Suara Surabaya. Senin (12/9/2022). Foto: SS Media

Berawal dari siswa dari Komunitas Home Schooling Sahabat Bermain Surabaya sering mendengarkan Radio Suara Surabaya (SS), yang mengaku memiliki kesan dan kagum, mereka pun melakukan kunjungan dan belajar ke Suara Surabaya, Senin (12/9/2022).

Sebanyak 20 siswa yang berkunjung itu juga didampingi oleh dua orang tua (wali murid) yakni, Niluh Astriani dan Sandra Mungliandi. Mereka belajar dan mengenal lebih dalam mengenai sistem kerja dan pembagian tugas dari Radio Suara Surabaya.

Niluh Astriani, orang tua salah satu siswa Komunitas Home Schooling Sahabat Bermain mengatakan, bahwa kedatangan mereka untuk kegiatan tambahan/selingan guna menambah wawasan yang luas, dan memiliki mindset yang terbuka.

“Kami ke Suara Surabaya agar anak-anak bisa belajar cara orang berkomunikasi tanpa bertatap muka, mindsetnya mereka juga bisa terbuka dan bisa mengenal lebih jauh tentang radio. Seperti penyiar cara kerjanya seperti apa, manfaatnnya apa, membuat konten bagaimana, ” ujarnya saat diwawancarai Dimas Ayuna, tim Suara Surabaya Media, Senin (12/9/2022).

Anik, panggilan akrabnya mengaku, bahwa ini salah satu langkah dan cara untuk mempersiapkan dan melatih anak-anak untuk bisa belajar mandiri.

“Komunitas Home Scooling ini bertujuan untuk saling support, dan mempersiapkan anak-anak kedepannya menjadi lebih mandiri, karena kita memakai gaya dan metode pembelajaran tersendiri yang beda dari sistem pembelajaran biasanya,” ungkapnya.

Mereka sangat penasaran dengan sistem konvergensi Radio Suara Surabaya di era serba digital dan sementara banyak radio yang berhenti siaran. “Saya terkesan dan takjub dengan cara Suara Surabaya memandang pesatnya perkembangan teknologi sebagai tantangan dan media yang bermanfaat, bukan sebagai ancaman,” kata Niluh.

Anik juga menambahkan, bahwa apa yang dia pikirkan selama ini mengenai radio tidak seperti apa yang dilihat saat berkunjung ke Suara Surabaya.

“Bayangan saya radio itu tempatnya sempit, gelap, banyak pengedap suara, tapi ternyata di SS ini banyak cermin, jadi mindset saya jungkir balik dari kenyataanya yang beda banget,” jelasnya.

Setelah selesai menerima pemaparan materi mengenai website suarasurabaya.net, visual radio, video, dan media sosial Suara Surabaya di divisi New Media, rombongan bergerak ke Studio SS untuk melihat proses siaran dan penerimaan telepon dari pendengar SS.

Siswa dan guru Home Scooling Mandiri Surabaya saat berada studio ruang siaran Radio Suara Surabaya, Senin (12/9/2022). Foto: SS Media

Sementara itu, Gina satu di antara siswa yang hadir, mengaku suka dan sering mendengarkan radio saat di perjalanan. Anak yang bercita-cita ingin jadi penyiar ini sering mendengar berita, lagu dan info lalu lintas saat berkendara bersama orang tuanya. “Mau jadi penyiar, karena menurutku itu seru dan aku juga berkomunikasi sama orang,” ungkapnya.

Sejumlah pertanyaan menarik beberapa kali terlontar dari anak-anak ini. Seperti mengapa Radio Suara Surabaya tidak berada di menara atau gedung yang tinggi, apakah aplikasi Suara Surabaya Mobile penting untuk diunduh di ponsel seperti halnya nomor darurat, sampai peristiwa lucu apa yang pernah dialami para penyiar.

Kunjungan anak-anak dari Home Scooling Mandiri Surabaya, saat melakukan sesi foto bersama di Suara Surabaya Centre, Senin (12/9/2022). Foto: SS Media

Kunjungan belajar ini lantas ditutup dengan sesi berfoto bersama.(des/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Minggu, 25 September 2022
31o
Kurs