Jumat, 3 Februari 2023

Mahasiswa Ilkom Untag Praktikum Luar Kampus di Suara Surabaya

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Billy Pattopoi Editor menjelaskan proses produksi berita di suarasurabaya.net, Jumat (2/12/2022). Foto: Danti suarasurabaya.net

Sebanyak 39 mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jawa Timur melakukan media visit ke Suara Surabaya Media dalam rangka kuliah di luar kampus, Jumat (2/12/2022).

Rombongan dari mahasiswa semester 7 ini diajak keliling studio dan ruang kerja di Suara Surabaya Media untuk mengetahui dan menambah wawasan mengenai produksi berita dan penyiaran radio.

Abdul Rokhim ketua kelas sekaligus mahasiswa semester 7 mengatakan, tujuan dari kunjungan ini untuk melaksanakan kewajiban praktikum dari mata kuliah (matkul) Teknis Reportase & Presentasi Radio TV.

Dia menjelaskan, praktikum-praktikum itu biasanya dilakukan di lab kampus, tetapi pada matkul ini dengan cara mengunjungi media-media di Surabaya.

“Saat ini, seperti kuliah di luar kampus,” ungkapnya saat ditemui suarasurabaya.net.

Tidak hanya itu, jelas dia, para mahasiswa dapat mengetahui informasi atau ilmu yang tidak didapat di dalam kampus, sehingga secara langsung bisa melihat produksi dari reportase atau radio.

Rokhim juga mengatakan, pemilihan kunjungan ke Suara Surabaya Media karena semua aspek ilmu yang dibutuhkan sangat lengkap, seperti jurnalistik, broadcasting di radio dan televisi, media sosial, video dan audio.

“Karena di sini (Suara Surabaya) sudah mencakup semua itu, cukup satu tempat tetapi mendapatkan banyak ilmu,” jelas Rokhim.

Rokhim berharap, setelah mendapat informasi yang bermanfaat, Suara Surabaya bisa menjadi opsi pilihannya untuk bekerja setelah lulus kuliah.

Sementara, Dinda Kirani salah satu mahasiswa Ilkom menyampaikan kesannya setelah berkunjung dan berkeliling ke Suara Surabaya Media.

“Pertama sangat takjub, karena saya mengira radio itu sudah ketinggalan zaman, kalah dari media sosial yang lebih hype. Ternyata di sini banyak gatekeeper yang membantu si penyiar. Aku baru tahu,” jelas Dinda.

“Kalau di sini lebih bagaimana kami (mahasiswa) itu nanti yang ingin bekerja di sebuah media massa, seperti radio dan televisi. Bisa dibuat untuk belajar bahwa semuanya tuh kita dituntut multitasking, itu yang pertama. Kedua, harus cepat dan tanggap dari masyarakat dan kembali ke masyarakat, jadi pemrosesannya juga harus ditata bagus,” lanjutnya saat ditanyai perihal hasil kunjungan ke Suara Surabaya.

Dia juga berharap, semoga Suara Surabaya ini bisa menjadi media informasi yang dipercaya masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, dan sebagainya, serta bisa menyampaikan berita yang faktual kepada masyarakat.(tik)

Berita Terkait