Senin, 23 Mei 2022
Jadi <I>Momok</I> Perempuan

Vaksin HPV Bisa Obati Kanker Leher Rahim

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Kanker lever rahim (cervical cancer) sampai saat ini jadi momok bagi perempuan di seluruh dunia. Ironisnya lagi rata-rata perempuan tidak menyadari apa sebenarnya penyebab kanker leher rahim.

Menurut ANNA LISSA HAMADA MD PhD Medical Affairs Manager HPV Vaccine GSK (GlaxoSmithKline) Biologicals, umumnya perempuan menganggap kanker leher rahim disebabkan diet, gaya hidup dan kelainan genetika. Sejak 10-11 tahun lalu, GSK menemukan penyebab kanker leher rahim yakni Oncogenic HPV (Human Papillomavirus).

Pada saat itu pula, kata ANNA pada suarasurabaya.net, di sela seminar “New Hope in Prevention Cervical Cancer”, di RS Spesialis Husada Utama, GSK memutuskan membuat vaksin kanker leher rahim untuk bisa memerangi virus Oncogenic HPV.

Dari hasil studi yang dilakukan GSK, ungkap ANNA, vaksin secara efektif 100% bisa mencegah terjadinya kanker leher rahim. Berikut penjelasan ANNA, {clip*1}.

ANNA menjelaskan ada beberapa macam tipe HPV virus dan tidak semuanya menyebabkan kanker leher rahim. Bisa saja, di dalam tubuh kita terdapat virus HPV selama bertahun-tahun dan tidak mengetahuinya. Pentingnya vaksin HPV untuk mencegah infeksi dan diberikan pada wanita antara usia 10-55 tahun yang belum terkena HPV. Dan diberikan 3 kali dalam setahun yakni pada bulan ke-0, 1 dan ke 6.

Terjadinya kanker leher rahim ketika sel abnormal pada leher rahim tumbuh tidak terkontrol. Leher rahim merupakan bagian bawah dari Uterus yang berhubungan dengan vagina.

Kanker leher rahim bisa disembuhkan jika ditemukan sejak dini. Untuk itu, ANNA menyarankan perempuan rajin papsmear, menjalani gaya hidup yang sehat seperti tidak merokok. Karena merokok bisa memicu peluang terjadinya kanker. Disamping itu, aktif bertanya ke dokter dan mencari informasi tentang kanker lewat internet.

Kanker leher rahim adalah kanker penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Di Amerika diperkirakan terdapat 10.370 kasus keganasan kanker leher rahim pada 2005. “Di Indonesia terdapat 15 ribu kasus baru setiap tahun. Dari 15 ribu kasus lebih dari 55% pasien meninggal. Artinya, hampir setiap jam perempuan di Indonesia meninggal karena kanker leher rahim,”ujarnya.

Teks foto :
– ANNA LISSA HAMADA MD, PhD
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait

Surabaya
Senin, 23 Mei 2022
29o
Kurs