Minggu, 28 November 2021

Berbeda Awal Puasa, MUI Minta Umat Ikuti Pemerintah

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta umat Islam tak terpecah hanya karena perbedaan awal puasa. Apalagi, awal puasa 1435 Hijriah tahun ini kemungkinan memang akan berbeda antara NU dan Muhammadiyah.

“Perbedaan itu biasa, bagi umat Islam yang harus dijadikan pijakan adalah hasil isbat dari pemerintah. Silakan berbeda tapi percayakan pada keputusan pemerintah,” kata Abdhussomad Bukhori, Ketua MUI Jawa Timur pada suarasurabaya.net, Senin (2/5/2014).

Menurut dia, potensi perbedaan awal puasa dan lebaran di Indonesia memang cukup tinggi. Apalagi jika berkaca pada keputusan NU dan Muhammadiyah yaitu NU menggunakan rukyatul hilal (melihat hilal), sedangkan Muhammadiyah cukup dengan melakukan penghitungan tanpa harus melihat hilal.

Untuk menjembatani ini, MUI sudah sejak lama minta kedua ormas ini untuk duduk bersama mencari solusi. Tapi karena hingga kini solusi itu belum ada, maka MUI tetap minta umat Islam bisa mengikuti pemerintah.

Di negara manapun, kata Abdhussomad, keputusan pemerintah adalah mengikat. “Jadi mengikat untuk menjembatani perbedaan,” kata dia.

Meski mengikat, untuk mengambil keputusan, pemerintah selama ini selalu melibatkan seluruh ormas Islam khususnya dalam menentukan awal puasa dan lebaran.

Sekadar diketahui, antara NU dan Muhammadiyah tahun ini kemungkinan akan kembali berbeda dalam menentukan awal puasa. Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa jatuh pada hari Sabtu tanggal 28 Juni 2014. Sedangkan NU masih akan melakukan rukyatul hilal yang kemungkinan hasilnya akan menetapkan awal puasa pada hari Minggu tanggal 29 Juni 2014. (fik/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
29o
Kurs