Kamis, 9 April 2020

Kebanyakan Pedofilia Indonesia Libatkan Bule

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan

Kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak di sekolah Jakarta Internasional School (JIS), Jakarta mengingatkan pada masyarakat akan pentingnya pemahaman kejahatan seksual yang terjadi disekitar kita.

Pedofilia, satu diantara kelainan kejiwaan yang saat ini sering disebut-sebut. Pedofilia adalah kecenderungan seseorang yang telah dewasa untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak kecil. Bahkan terkadang melibatkan anak dibawah umur.

Biasanya anak-anak yang menjadi korban berumur dibawah 13 tahun. Sedangkan penderita umumnya berumur diatas 16 tahun.

Menurut Astrid Wiratna Psikolog anak, modus yang dilakukan oleh pedofil biasanya mengangkat korbannya menjadi anak asuh dan dirawat. Seringnya, kasus pedofil di Indonesia ini, melibatkan bule, atau warga asing.

“Di pinggiran Jakarta dulu pernah ada kasus, seorang WNA datang lalu dia ngambil anak asuh tiga orang, paling kecil umur 10 tahun yang besar 13 tahun, mereka hidup bersama dan tetangga tidak ada yang curiga, karena ayah asuh ini baik banget,” kata Astrip pada suarasurabaya.net.

Karena kebaikannya, tetanggapun hampir tidak percaya saat anak yang berusia 13 tahun itu, lari dari rumah dan menceritakan kasus sodomi yang dilakukan ayah asuh itu pada tetangga. “Anak ini inginnya minta tolong, warga sempat ragu tapi akhirnya mereka minta si anak kembali kerumah dan berteriak jika pelaku melakukan hal yang sama, warga inginnya menangkap basah, dan itu terjadi,” terang Astrid.

Dia juga menceritakaan, kasus-kasus lain yang diderita anak-anak Indonesia korban pedofilia seperti di Singaraja Bali, 2008 lalu yang melibatkan Grandfield Philip Robert, 61 tahun, warga negara Australia.

Modus yang dilakukan pelaku adalah berbuat baik pada korbannya, dan memenuhi segala kebutuhan korban. Dengan demikian, korban merasa nyaman dan percaya pada pelaku, kemudian secara ‘suka-rela’ melakukannya.

Lalu kenapa pelaku Pedofilia, kebanyakan dilakukan Bule?

Secara kultur barat, Astrid Wiratna yang juga aktif di LSM perempuan ini mengatakan, seks dianggap sebagai sesuatu yang free sekaligus private sehingga mereka bebas berfantasi secara liar apapun bentuknya.

Meski melanggar norma dan melenceng dari kebiasaan, tapi bagi individu yang memiliki kelainan orientasi merasa senang untuk melakukan.

Bahkan kata Astrid, para Pedofilia di Amerika ingin disamakan statusnya dan diakui seperti halnya LGBT Lesbian,Gay, Bisex, dan Transgender..(rst)

Foto : Ilustrasi

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan di Tol arah Ngawi KM 669

PJU roboh di Flyover Waru

Kecelakaan di bawah Layang Waru

Banjir di Blega, Bangkalan

Surabaya
Kamis, 9 April 2020
26o
Kurs