Senin, 13 April 2026

PBNU Imbau Shalat Gaib Bagi Kiai Idris

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Said Aqil Siradj, Ketua PBNU menilai Kiai Ahmad Idris Marzuki adalah sosok yang sederhana, zuhud dan sama sekali tak pernah memikirkan dunia. Kiai Idris, adalah salah satu sosok yang tak pernah meninggalkan dunia pesantren.

“Beliau sangat Istiqomah, sederhana dan zuhud. Mbah Kiai Idris adalah ulama besar, sama sekali tak memikirkan dunia,” kata Said Aqil, dalam broadcast bbm pada suarasurabaya.net, Senin (9/6/2014).

Sekadar diketahui, pada pukul 09.45 WIB pagi tadi, Kiai Idris Marzuki, pengasuh Pesantren Lirboyo, Kediri meninggal ketika dirawat di Graha Amerta Rumah Sakit Umum Dr Soetomo, Surabaya.

Sebagai murid, Said Aqil mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya Kiai Idris. Bahkan Said mengaku akan langsung ke Kediri untuk menghadiri prosesi pemakaman Kiai Idris.

Masih ingat dibenak Said saat Muktamar NU di Lirboyo pada tahun 2000 silam. Saat itu, kata Said, Kiai Idris terlihat begitu semangat menjadi tuan rumah di tengah keterbatasan fasilitas.

“Mbah Idris meninggal dengan tenang karena meninggalkan murid-murid dalam kondisi yang sekarang sudah bagus. Jasanya besar tidak hanya bagi Lirboyo tapi juga bagi umat Islam,” kata Said Aqil.

Said mengatakan, pertemuan terakhir dengan Kiai Idris terjadi pada 4 Juni saat menghadiri haul pesantren Ploso, Kediri. “Tidak ada pesan apapun, beliau juga masih senyum-senyum. Memang sudah sakit, tapi masih tenang dan cerdas dalam berbicara,” ujarnya.

Sebagai Ketua PBNU, Said mengaku telah minta seluruh warga NU untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Kiai Idris. “Bagi yang tidak memungkinkan, sunnah hukumnya kita dirikan salat Ghaib,” kata dia. (fik/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 13 April 2026
32o
Kurs