Rabu, 25 November 2020

Driver Go-Jek Makassar Unjuk Rasa Tuntut Transparansi Manajemen

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan

Puluhan driver Go Jek (Go Ojek) di Makassar, Sulawesi Selatan, melakukan unjuk rasa terkait tidak adanya transparansi manajemen tentang aturan dan bagi hasil dari pihak perusahaan.

“Kami menuntut manajemen PT Go Jek transparan dalam berbagai aturan yang sering dilanggar salah satunya suspend. Kalau sampai tuntutan kami tidak dipenuhi kami siap memutus kerja sama kemitraan,” kata Fadli perwakilan driver Go Jek Makassar dalam orasinya, Rabu (3/12/2015) seperti dilansir Antara.

Dalam aksinya di kantor perwakilan PT Go Jek Jalan Boulevard Makassar, mereka juga mengancam pihak manajemen untuk mogok kerja sebagai bentuk protes.

Selang beberapa jam pihak perwakilan PT Go Jek Makassar akhirnya menemui pendemo dan mengatakan bila ada yang tidak setuju tentang suspend diberlakukan manajemen, pihaknya siap memutus kerja sama kemitraan.

Selain itu pihak manajemen menuding adanya permainan driver melakukan order fiktif tanpa masuk dalam sistem ketika melaksanakan tugas pengantaran barang.

Atas pernyataan itu massa kemudian meneriaki pihak manajemen bahwa itu bukan subtansi masalah melainkan transparasi aturan yang dilanggar sendiri oleh pihak perusahaan utamanya bagi hasil pendapatan.

Hingga saat ini puluhan driver Go Jek masih berkumpul kejelasan terkait tuntutan mereka yang belum dipastikan pihak manajemen.

Mereka mempertanyakan alasan dibalik suspend atau tidak bisa menerima order tidak diberikan manajemen sejak kemarin.

Bahkan mereka mendesak agar pihak manajemen memberikan motor rekannya yang disita perusahaan karena tidak bisa membayar denda.

Tidak hanya di Makassar, driver Go Jek di Kota Bandung, Jawa Barat dan Bali juga melakukan aksi serupa memprotes aturan suspend lalu menduduki kantor mereka sejak tiga hari terakhir.

Permasalahan yang sama juga terjadi di sejumlah kota bahkan pihak manajemen memberlakukan denda melebihi penghasilan driver Go Jek, bahkan rencananya akan membekukan puluhan ribu driver terkait permasalahan tersebut.

Diketahui perusahaan peranti lunak Go Jek ini mempunyai cabang di lima wilayah operasional di Kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali dan Makassar.

Layanan Go Jek sendiri menarik tarif Rp15 ribu untuk layanan transport, shopping dan instant courier.

Aplikasi Go Jek kata pendiri sekaligus CEO Gojek, Nadiem Makarim, telah diunduh 2 juta kali pemilik handpone perangkat android dan IOS. Order melebihi satu juta orang pasca diluncurkan 1 Januari lalu. (ant/dwi/rst)

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
28o
Kurs