Sabtu, 26 September 2026

Ekonomi Melesu, Rakyat Rawan Terjebak Investasi Bodong

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan

Kasus arisan atau investasi bodong sebenarnya bukan hal baru, yang jadi tanda tanya justru kenapa masih saja ada korbannya. DR. Deddy Marciano Dosen Managemen Finance Ubaya mengindikasikan itu terjadi karena ekonomi yang tidak stabil dan melesu.

“Kalau ekonomi baik dan stabil orang tidak akan kepikiran kemana-mana, lah kalau ekonomi sulit orang pingin dapat uang gede, larinya bisa ke hal-hal yang berbahaya seperti itu,” terang Deddy pada Suara Surabaya menanggapi terungkapnya arisan bodong via facebook, Selasa (27/1/2015).

Dia menyebutkan, investor harus memastikan lembaga penyelenggaranya adalah resmi, “Pastikan dulu, ada ijinnya tidak, terdaftar di OJK tidak, nah kalau tidak yang jangan terlalu berani ambil resiko,” katanya.

Saat ini, para korban investasi atau arisan bodong biasanya tergiur dengan return yang tinggi, pelaku biasanya menawarkan keuntungan yang sangat besar, “padahal rumus investasi itu, high return high risk, harus hati-hati apalagi itu via internet,” tambahnya.

Deddy juga mengingatkan apapun itu bentuk atau instrumen investasinya yang paling penting adalah kontrol diri, jangan sampai mudah tergiur. (rst)

Foto : Skema Arisan Berjenjang

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 26 September 2026
24o
Kurs