Rabu, 28 Januari 2026

Korban Narkoba di Surabaya Ada yang Masih SD

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Sebagai bentuk penolakan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba, siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya gelar aksi teaterikal. Foto: Totok/Dok. suarasurabaya.net

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya mencatat target peredaran narkoba di Surabaya sudah merambah ke usia Sekolah Dasar (SD). Salah satu korban diketahui berusia 12 tahun.

AKBP Suparti Kepala BNNK Surabaya mengatakan, para pemuda ini awalnya hanya ditawari narkotika jenis terendah.

“Dari double L, lalu dikenalkan dengan ganja, sabu-sabu. Sosialisasi seperti ini perlu, agar keluarga menjaga keluarganya, menjaga lingkungannya, agar tidak menjadi korban narkoba,” katanya dalam penempelan stiker Stop Narkoba di Balai Kota Surabaya, Jumat (5/2/2016).

Temuan anak usia SD tersebut memang memilukan. Penanganannya, menurut Suparti, tidak hanya terhadap anaknya, tapi juga keluarga dan gurunya.

“Kita ajak konseling, bahkan kita ajak bicara lingkungan sekolah. Barangkali ada kelompok-kelompok yang sengaja mengedarkan narkoba di lingkungan sekolah,” ujarnya.

BNNK, kata Suparti, memang menemukan adanya pengedar narkoba yang masuk dan mengedarkan barang haram itu di lingkungan SD.

Data yang tercatat oleh BNNK, usia termuda korban Narkoba adalah usia 12 tahun. Sedangkan usia tertua 55 tahun.

Suparti menyebutkan, selama 2015 lalu ada 423 korban yang harus direhabilitasi karena kecanduan narkoba. Sejumlah 64 orang diantaranya harus menjalani rawat inap, sedangkan 369 sisanya rawat jalan.

Sedangkan korban meninggal akibat narkoba di Indonesia diperkirakan mencapai 40 hingga 50 orang setiap harinya.

Sementara Eko Hariyanto Asisten Bidang Kesejahteraan Pemkot Surabaya menghimbau agar masyarakat Surabaya mewaspadai anak-anak yang mulai kenal rokok.

“Perhatikan perilaku aneh, dengan siapa mereka berteman, dan lakukan semua tips pencegahan,” ujarnya.

Pemkot Surabaya, menurut Eko, berkomitmen sejak lama untuk menghapus narkoba. Salah satunya dengan terus menyosialisasikan komunikasi intens dengan anak.

Sementara berdasarkan data Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kota Surabaya, ada kecenderungan narkoba membayangi kelompok masyarakat menengah ke bawah. (den/iss/ipg)

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 28 Januari 2026
24o
Kurs