Rabu, 10 Juni 2026

Pengunjung Jatuh Terpeleset saat Selfie dengan Pacar di Air Terjun Sekuti

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Evakuasi jenazah Anditiya di Air Terjun Sekuti Prigen, Pasuruan, Kamis (22/12/2016) sore. Foto: Istimewa

Anditiya (21) warga Jalan Tongkol Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Pasuruan meninggal di lokasi saat terjatuh dari puncak tebing setinggi 150 meter di Wisata Air Terjun Sekuti, Prigen, Pasuruan, Kamis (22/12/2016) siang. Dia terjatuh setelah berfoto selfie di puncak tebing tersebut bersama pacarnya.

AKP Baktiono Kapolsek Prigen, Pasuruan, mengatakan, peristiwa nahas bagi Anditiya itu terjadi Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu Anditiya bersama pacarnya berada di puncak air terjun Sekuti. Pemuda ini bermaksud mengajak selfie pacarnya. Padahal, di lokasi itu sudah ada larangan agar tidak berdiri di pinggir tebing.

“Ceweknya sudah menjauh. Cowoknya sudah diingatkan, karena ada tanda larangan tapi tetap maksa, ingin foto selfie. Akhirnya dia terpeleset, jatuh dari ketinggian 150 meter. Korban langsung meninggal di lokasi, karena di bawah itu bebatuan,” kata Baktiono kepada Radio Suara Surabaya, Kamis petang.

Anditiya mengalami luka parah di bagian belakang kepalanya. Petugas gabungan Polsek Prigen dan Tim SAR setempat segera melakukan evakuasi ke lokasi terjatuhnya korban. Namun, proses evakuasi itu berlangsung cukup lama, hampir mencapai lebih dari dua setengah jam dari jam kejadian.

“Kami kesulitan untuk evakuasi, lama di perjalanan. Karena jalannya jalan setapak, jadi sulit untuk mencapai ke lokasi. Tapi jenazah sudah kami evakuasi sekitar pukul 15.00 WIB, langsung kami bawa ke RSUD Bangil,” ujarnya.

Pihak kepolisian telah menghubungi keluarga Anditiya. Baktiono mengatakan, pihaknya telah memberikan pengertian agar keluarga almarhum bisa menerima kejadian tersebut. “Sudah, kami sudah hubungi sejak proses evakuasi, dan sudah kami berikan pengertian,” katanya.

Baktiono mengimbau agar masyarakat pengunjung air terjun Sekuti yang bermaksud berlibur ke lokasi itu mematuhi imbauan yang ada. Sebenarnya, kata Baktiono, papan dan rambu imbauan atau larangan sudah ada di lokasi air terjun. “Apalagi saat ini musim hujan, lokasi menjadi lebih licin. Kami mengimbau agar warga berhati-hati dan mematuhi rambu larangan,” ujarnya.(den)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Rabu, 10 Juni 2026
27o
Kurs