Jumat, 1 Juli 2022

Angkat Buah Lokal, Ciptakan Sabun Labu Kuning

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Sabun berbahan buah Labu Kuning karya Ellisa Widjanarko mahasiswi Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net

Terinspirasi beragam kosmetik yang hadir dengan berbagai bentuk dan bahan, tetapi penggunaan bahan alami sepertinya masih sedikit, Elissa Widjanarko mahasiswi Farmasi UKWMS ciptakan sabun berbahan Labu Kuning.

“Padahal beragam bahan alam lain yang ada di Indonesia juga memiliki kandungan zat berkhasiat yang tidak kalah tinggi, dan penggunaan bahan alami sepertti buah-buahan masih sedikit,” terang Ellisa.

Buah Labu Kuning yang sering disebut Waluh Kuning dalam bahasa Jawa mudah ditemui dan dibeli karena harganya yang relatif murah. Dengan kandungan betakaroten di dalamnya, buah ini berpotensi diformulasikan menjadi sediaan kosmetik berkhasiat sebagai antioksidan.

Penggunaan sabun bagi masyarakat menjadi hal penting menyangkut kebersihan. Tak hanya itu, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sabun seringkali terbuat dari ekstrak wewangian buah ataupun bunga yang tidak banyak dijumpai di Indonesia.

Sabun transparan, adalah sabun yang mampu meneruskan cahaya, sehingga obyek yang berada di balik sabun dapat terlihat dengan jelas hingga jarak 6 cm. Sabun hasil kreasi Ellisa berwarna kuning hingga coklat, tergantung dari banyaknya ekstrak yang diberikan.

Varian sabun batang dipilih karena harganya yang murah dan memiliki aksi membersihkan lebih baik daripada sabun cair. Dari sinilah tercipta sabun transparan dari ekstrak labu yang mengandung antioksidan tinggi sehingga menutrisi seluruh bagian tubuh.

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi antioksidan secara oral (melalui mulut) perlu diimbangi penggunaan antioksidan secara topikal (melalui kulit).

Alasannya, karena seringkali kandungan antioksidan yang diminum tidak cukup sampai ke epidermis kulit, sehingga gagal menutrisi dan melindungi kulit dari radikal bebas. Dari situlah Ellisa memilih sediaan sabun, disamping dapat membersihkan juga dapat menutrisi kulit.

Proses pembuatan sabun transparan adalah dengan mereaksikan bahan lemak/minyak dengan basa (alkali). Minyak yang digunakan dalam penelitian ini adalah VCO (Virgin Coconut Oil) dari buah kelapa, karena kandungan asam lemak jenuhnya sedikit sehingga tidak menimbulkan bau tengik.

Di samping itu sabun transparan ekstrak buah waluh kuning ini juga berpotensi sebagai antioksidan yang mampu memelihara kesehatan kulit dan secara alamiah.

“Awalnya dilakukan percobaan di laboratorium untuk melihat apakah sediaan sabun yang dihasilkan layak pakai dan memenuhi syarat baik secara mutu fisik, efektivitas, keamanan maupun aseptabilitas,” papar Elisa.

Kemudian dilakukan adjustment (penyesuaian) terhadap beberapa bahan sehingga menghasilkan sediaan sabun yang memenuhi syarat.

Berkat bimbingan Farida Lanawati Darsono, S.Si., M.Sc. dan Sumi Wijaya, Ph.D., Apt., keduanya dosen Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Ellisa dapat menyelesaikan penelitian ini sebagai tugas akhirnya.

Kesulitan muncul saat sabun yang dihasilkan relatif memberikan kesan berminyak, serta permukaan yang licin, sehingga kurang nyaman ketika digunakan. Setelah mencoba berulang kali hingga mendapatkan formula basis sabun yang cukup baik, saatnya menambahkan ekstrak Labu Kuning.

Pada awalnya ekstrak tersebut tidak dapat tercampur merata dengan basis sabun, sehingga homogenitasnya dipertanyakan.

“Prosesnya cukup panjang, butuh usaha lebih, dan gagal berulang kali, namun hasilnya memuaskan,” pungkas Ellisa Widjanarko.

Sementara disampaikan Farida Lanawati Darsono Dosen Fakultas Farmasi UKWMS, bahwa upaya yang dilakukan Ellisa Widjanarko dengan membuat Sabun berbahan buah Labu Kuning juga untuk mengangkat kekayaan buah lokal.

“Demi mengangkat kekayaan buah lokal yang mudah dijumpai, Ellisa Widjanarko menciptakan inovasi sabun transparan yang dapat diaplikasikan untuk membersihkan tubuh hingga wajah,” terang Farida Lanawati Darsono tentang Ellisa Widjanarko.(tok/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 1 Juli 2022
30o
Kurs