Rabu, 6 Juli 2022

Di Balik Senyap, Dibalik Proses Pencarian Jati Diri Purjito

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Satu diantara patung karya Purjito. Foto: humas Galeri House of Sampoerna

Proses pencarian jati diri sebagai sebuah kisah divisualisasikan oleh seniman kenamaan Yogyakarta Purjito dalam pameran tunggal seni patung & lukisan berjudul: Di Balik Senyap, mulai 14 Juli sampai 5 Agustus 2017 di Galeri House of Sampoerna.

Dalam sebuah karya seni, tidak jarang seorang seniman menanamkan identitasnya sebagai sebuah kepercayaan diri, kebanggaan, atau justru sebagai proses perenungan.

Jati diri seseorang merupakan potensi yang dapat ditonjolkan sebagai sebuah identitas dalam proses berkarya seorang individu.

Pameran yang ditujukan lebih untuk berbagi pengalaman ini dikemas sedemikian rupa sesuai alur perubahan karakter karya sejalan dengan perjalanan kontemplasi Purjito.

Lebih dari 40 karya seni lukis dan patung dihadirkan, dan beberapa diantaranya koleksi pribadi yang bahkan tidak terpikir oleh Purjito untuk diekspose ke publik, seperti: Menanti Sang Fajar (1991), Berdoa di Pinggiran Pantai (1992), Rumangsa (1993), Menanti Pacar (1994), Menanti Dewi Sri (1996).

Karya-karya yang telah tersimpan lebih dari 25 tahun ini merupakan tonggak sejarah bagi perjalanan seni Purjito dan awal dirinya menanamkan keyakinan dan keberanian dalam mengarungi dunia seni rupa khususnya seni patung.

Purjito adalah sosok seniman yang dibesarkan dalam kehidupan dengan nilai-nilai budaya tinggi sehingga hal ini sangat mempengaruhi hasil karya seninya seperti tampak pada Sang Proklamator, sebuah karya yang mengabstraksikan tokoh besar Republik Indonesia dalam bentuk wayang.

Sosok perempuan Jawa tergambar dalam karyanya yang berjudul Merenung, sedangkan dalam karya berjudul Vitalitas, tampak sosok yang berdiri sedikit condong ke belakang sebagai penggambaran tokoh Semar yang menyatukan dimensi wanita dan pria dalam satu sosok.

“Pameran ini mengungkapkan bahwa 25 tahun yang lalu, ketika karya-karya ini masih dalam kandungan (ruang penyimpanan), saya masih menjelajahi ruang perenungan atas hidup yang penuh perjuangan, sebagai suatu rentetan kreativitas, guna memperolah pemahaman hidup. Jawaban dari perjalanan ini saya hadirkan di pameran ini,” terang Purjito.

Sementara itu ditambahkan Rani Anggraini manager marketing Museum House of Sampoerna, bahwa saat pembukaan Di Balik Senyap, pada Kamis (13/7/2017) malam dijadwalkan hadir Mohammad Sobari budayawan yang akan membuka pameran karya Purjito tersebut.

“Silahkan hadir dan menikmati karya-karya Purjito ini. Dijadwalkan Mohammad Sobari akan membuka Di Balik Senyap. Pembukaan pameran dijadwalkan pada pukul 18.30 wib,” ujar Rani Anggraini pada suarasurabaya.net, Senin (10/7/2017).(tok)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
24o
Kurs