Sabtu, 16 Januari 2021

Sembahyang Cap Go Meh Lanjut Makan Lontong Cap Go Meh

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Sembahyang Cap Go Meh tutup seluruh rangkaian persembahyangan Imlek. Foto: Totok/Dok. suarasurabaya.net

Meski tidak ada persiapan secara khusus seperti sebelum pelaksanaan sembahyang Imlek, pengurus klenteng Hong San Ko Tee di Jl. HOS Cokroaminoto, Selasa (7/2/2017) mulai melakukan persiapan untuk pelaksanaan sembahyang Cap Go Meh.

“Pengurus sudah menugaskan karyawan klenteng membuat persiapan Cap Go Meh. Selain bikin makanan untuk pelengkap sembahyang nanti, mereka biasanya juga membersihkan altar dari sisa-sisa sembahyang Imlek kemarin,” ujar Yuliani pengurus klenteng Hong San Ko Tee.

Yuliani menambahkan untuk sembahyang Cap Go Meh yang juga dikenal sebagai penutup seluruh rangkaian persembahyangan selama menjelang Imlek hingga Imlek dilaksanakan, biasanya dimeriahkan juga dengan Barongsay.

“Tapi untuk tahun ini kami tidak menggelar Barongsay. Kemarin waktu sembahyang Imlek kami juga tidak menggelar pertunjukan Barongsay. Yang pasti sembahyang tetap bisa dilaksanakan dengan sukses. Untuk sembahyang Cap Go Meh kami sedang persiapkan,” lanjut Yuliani.

Pelaksanaan sembahyang Cap Go Meh diperkirakan Yuliani bakal digelar pada Sabtu (11/2/2017) mendatang, dan dipastikan juga disertai dengan hadirnya aneka makanan, terutama sajian khas Lontong Cap Go Meh.

Sementara itu, persiapan juga sedang dilakukan pengurus klenteng Hong Tiek Hian di Jl. Dukuh Surabaya, menjelang dilaksanakannya sembahyang Cap Go Meh.

“Biasanya sembahyang bersama. Menyalakan dupa dan hio. Kalau ada kerabat yang jauh biasanya juga ditambah dengan membakar Kim Chua. Kalau untuk penampilan khusus biasanya kumpul-kumpul dan menyantap Lontong Cap Go Meh,” ujar Leo.

Leo menambahkan bahwa umat ada yang datang membawa sajian Lotong Cap Go Meh kemudian dibagikan kepada umat lainnya. Atau umat datang kemudian menyantap Lontong Cap Go Meh yang disediakan oleh pengurus klenteng.

“Meskipun ada umat yang datang membawa Lontong Cap Go Meh, tapi kami biasanya menyediakan secara khusus Lontong Cap Go Meh untuk umat. Jumlahnya bisa ratusan porsi memang, untuk umat yang datang dan bersembahyang,” ujar Leo pada suarasurabaya.net.

Selain menghadirkan sajian khas Lontong Cap Go Meh, biasanya saat sembahyang Cap Go Meh umat saling bertukar salam dan menyantap Lontong Cap Go Meh.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan di Margorejo

PickUp Mogok di Flyover Waru

Pantauan Lalu Lintas Wonokromo arah A.Yani

Rusak, Berlubang, dan Bergelombang

Surabaya
Sabtu, 16 Januari 2021
26o
Kurs