Kamis, 26 Mei 2022

Virus Tikus, Dinkes Surabaya Masih Lakukan Uji Laboratorium

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Identitas almarhum Sukatono. Foto: Totok suarasurabaya.net

Dinas Kesehatan Kota Surabaya, sampai Selasa (21/11/2017) masih melakukan penelitian berbagai sampel dan uji laboratorium terkait dengan penyebab meninggalnya Sukatono warga Dukuh Karangan, pada Sabtu (18/11/2017) yang gejalanya menyerupai serangan virus Leptospirosis.

“Gejala sebelum sakit dan kemudian meninggal memang menyerupai serangan virus Leptospirosis atau virus Tikus. Tapi kami belum bisa memastikan apakah Sukatono meninggal karena virus Leptospirosis. Sampai hari ini kami masih lakukan uji laboratorium,” kata Drg. Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Meskipun gejala yang muncul seperti panas tinggi, mata kuning, gangguan otot dan beberapa gejala lainnya menyerupai dampak virus Tikus, lanjut Febria, sempat dialami almarhum Sukatono, tetapi masih belum dapat dipastikan bahwa penyebab meninggalnya adalah virus Leptospirosis. Perlu dilakukan uji laboratorium lebih lanjut.

Saat ini, Suparmi, 50 tahun istri almarhum Sukatono masih mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit, bersama dua putera puterinya. Kedua putera-puteri Suparmi, kata Febria dalam perawatan intensif rumah sakit serta pemantauan ketat Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

“Pengawasan dan pemantauan ketat kami lakukan kepada dua putera puteri keluarga almarhum Sukatno. Kalau Suparmi istri Sukatono negatif. Namun demikian kami terus melakukan pemantauan serta pengawasan kesehatan mereka,” kata Febria.

Sementara itu, guna mengantisipasi munculnya virus Tikus atau Leptospirosis, masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi lingkungan serta kondisi kesehatan masing-masing agar tidak sampai mengalami gangguan kesehatan di musim hujan kali ini.

“Masyarakat sebaiknya memang mulai giat menggelar kerja bakti massal untuk membersihkan lingkungan serta rumah masing-masing. Kalau lingkungan bersih, internal rumah juga bersih, semoga tidak ada virus penyakit yang muncul,” tegas Febria.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sukatono warga Dukuh Karangan V nomor 48 Babatan, Wiyung, Surabaya, Sabtu (18/11/2017) meninggal dunia. Setelah sekitar seminggu dirawat di rumah sakit, dengan gejala panas tinggi, mata kekuningan dan gangguan otot, Sukatono meninggal.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan rumah sakit gejala tersebut menyerupai gejala serangan virus leptospirosis. Dinas Kesehatan Kota Surabaya segera melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium, guna memastikan Sukatno terkena virus Tikus tersebut atau tidak.(tok/ipg)

Surabaya
Kamis, 26 Mei 2022
26o
Kurs