Rabu, 26 Februari 2020

BNNP Jatim Gelar Pemusnahan 6,3 Kilogram Sabu dan 32 Kilogram Ganja

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Sembilan orang tersangka yang diamankan dari 5 tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda, di Jatim. Foto: Anggi suarasurabaya.net

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim menggelar pemusnahan sejumlah barang sitaan narkotika golongan 1, jenis sabu-sabu dan ganja di Kantor BNNP Jatim, Jumat (27/4/2018). Total barang sitaan yang dimusnahkan, yaitu sabu-sabu sekitar 6,3 kilogram dan ganja sekitar 32 kilogram.

Barang bukti itu dimusnahkan dengan cara dibakar, menggunakan incinerator, di halaman Kantor BNNP Jatim. Pemusnahan disaksikan oleh Sapari Kepala BBPOM, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Jatim dan TNI.

Brigjen Pol Bambang Budi Santoso Kepala BNN Provinsi Jawa Timur mengatakan dari barang sitaan itu, petugas BNN berhasil menangkap 9 orang tersangka, yang diamankan dari 5 tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda, di Jatim. Adapun 5 lokasi penangkapan itu, diantaranya Banyuwangi, Sedati Sidoarjo, Kedung Cowek Surabaya dan Bandara Juanda sebanyak dua kali.

“Pemusnahan barang bukti narkotika dari sembilan tersangka, yang termasuk jaringan lapas. Mereka bisa berjalan karena dikendalikan oleh lapas. Saat ini, jaringannya sudah terputus. Kita tidak mungkin dapat ini semua, kalau kita tidak bersinergi dengan sejumlah instansi,” kata Bambang.

Saat ini, kata Bambang, di Jatim ada sekitar 58 jaringan lapas, yang salah satunya merupakan tersangka yang sudah diamankan oleh petugas BNN.

“58 jaringan lapas itu, sudah banyak yang terputus. Karena sudah banyak kita tindaklanjuti,” tambahnya.

Menurut Bambang, saat ini kasus narkoba di Jatim sudah mulai menurun, dari 2,2 persen menjadi 1,7 persen. Namun di luar data itu, Bambang meyakini masih ada oknum lainnya yang masih berkeliaran membawa narkotika, yang harus segera dituntaskan.

“Itu hanya data. Bukan kurang tapi bertambah. Semua hari sama saja, tidak ada puasa untuk mengungkap jaringan narkoba. Operasi bukan bicara menunggu korban mati, tapi setiap hari harus kita putus,” jelasnya.

Terlebih, kata Bambang, modus operandi yang dilakukan tersangka sangat beragam, untuk mengelabui petugas BNN. Untuk itu, pihaknya tidak akan berhenti memerangi narkoba, dengan terus melakukan operasi.

“Banyak modusnya, ada yang dibungkus pakai bungkusan kopi, disembunyikan di rice cooker, dimasukkan koper dan lain-lain. Harganya juga saat ini semakin tinggi, karena pasokannya sudah mulai susah. Tapi faktanya barang ya masih ada. Untuk itu, harus segera dituntaskan. Ayo sama-sama, perangi narkoba,” pungkasnya. (ang/dwi)

Berita Terkait