Selasa, 7 Desember 2021

Bamsoet Minta Kemenhub, Aplikator dan Drivers Ojol Duduk Bareng Cari Solusi

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi

Bambang Soesatyo Ketua DPR merespons ancaman para pengemudi atau driver ojek berbasis aplikasi (online) yang akan berunjuk rasa saat pembukaan Asian Games XVIII pada 18 Agustus mendatang. Menurutnya, harus ada solusi agar para driver ojek online (ojol) tidak berdemo saat pembukaan pesta olah raga negara-negara di Asia itu.

Bamsoet mengatakan, rencana para driver ojol menggelar demo bertitel Aksi 188 saat pembukaan Asian Games 2018 berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Menurutnya, citra Indonesia akan kena imbasnya jika para pengemudi ojek online merealisasikan ancaman mereka berdemo saat pembukaan Asian Games 2018.

“Hal tersebut akan mengganggu aktivitas masyarakat saat pembukaan Asian Games 2018. Padahal Asian Games 2018 merupakan event internasional yang membawa nama baik bangsa dan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat untuk turut menyukseskannya,” ujar Bamsoet, Rabu (8/8/2018).

Dia meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Polri bisa mendekati para driver ojol. Tujuannya agar para pengemudi ojek yang kondang dengan slogan Salam Satu Aspal itu tidak menggelar demo saat pembukaan Asian Games 2018. 

Selain itu, Bamsoet juga meminta Kemenhub, perusahaan penyedia aplikasi angkutan online atau aplikator dan para driver segera duduk bersama guna mencari solusi atas persoalan yang ada. Menurutnya, harus ada kajian tentang besaran tarif ojek online yang disesuaikan jarak tempuh dan disepakati bersama.

“Selanjutnya Kemenhub menetapkan kesepakatan itu sebagai dasar hukum bagi pelaksanaan tarif ojek online. Bagaimanapun pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan pengemudi ojek online,” pungkasnya.

Sebelumnya para pengemudi ojek online menyampaikan rencana mereka menggelar demo saat opening ceremony atau pembukaan Asian Games 2018 menyusul pembicaraan dengan dua aplikator, Go-Jek dan Grab yang berakhir buntu. Para pengemudi menginginkan adanya standar tarif Rp3.000 per kilometer.

Namun, pihak aplikator belum menyetujuinya. Akhirnya, para pengemudi ojek online menyiapkan demo bertitel Aksi 188 pada 18 Agustus mendatang atau bersamaan dengan pembukaan Asian Games 2018.(faz/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
25o
Kurs