Minggu, 29 Maret 2020

Dalam Kasus Neno di Riau, BIN Tidak Mau Disalahkan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Wawan Hari Purwanto Juru Bicara BIN di Jakarta, Selasa (28/8/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net

Dalam kasus dipulangkannya kembali Neno Warisman ke Jakarta dari Pekanbaru Riau, karena Badan Intelijen Negara (BIN) menjaga marwah konstitusi. Neno saat itu akan hadir dalam deklarasi 2019 Ganti Presiden.

“Aturan main yang sudah disepakati di republik ini harus ditegakkan supaya tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran dan lebih dari itu Badan Intelijen Negara (BIN) itu bertugas untuk menjaga keselamatan bangsa ini,” ujar Wawan Hari Purwanto Juru Bicara BIN di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Menurut dia, BIN menjaga keselamatan publik yang lebih luas, sehingga kalau misalnya terjadi bentrokan atau benturan ataupun hal hal yang tidak dinginkan, pasti yang terdepan disalahkan adalah BIN.

“Badan Intelijen Negara atau BIN nya ke mana?” kata Wawan.

Dalam kasus yang terjadi di Pekanbaru, kata Wawan, upaya BIN adalah menghindarkan adanya benturan itu, dan karena memang tidak ada zjin. Inilah sebabnya karena situasi sudah memanas dan ada suatu tendensi, ada pelemparan batu dan sebagainya maka memang harus segera dilakukan upaya-upaya pengamanan.

“Yang kebetulan mbak Neno ini datang yang pada waktu itu sudah ada pelemparan-pelemparan seperti itu. Kalau misalnya dibiarkan, lantas merangsek kepada acara tur musik (2019 Ganti Presiden) tentu saja ini akan berdampak lebih luas,” jelasnya.

Wawan menjelaskan, imbauan untuk kembali (ke Jakarta) itu adalah jalan terbaik supaya tidak ada korban di kedua belah pihak.(faz/iss/ipg)

Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2020
26o
Kurs