Sabtu, 8 Agustus 2026

Mengenal Yohana, Lady Biker Asal Surabaya

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Yohana Pratiwi. Foto: istimewa.

Pada umumnya dunia otomotif identik dengan laki-laki. Namun anggapan seperti itu, sepertinya mulai hilang, dengan hadirnya para lady bikers, salah satunya Yohana Pratiwi warga Surabaya. Tidak hanya tertarik dunia motor, perempuan berusia 32 tahun ini juga sering melakukan touring ke sejumlah kota, bahkan ke luar pulau.

Bergabung bersama Sexy Moto Lady Community sejak tiga tahun yang lalu, Yohana sudah menjalani touring ke sejumlah daerah. Untuk Pulau Jawa, kata Yohana, paling jauh dirinya pernah melakukan touring hingga ke Solo. Sementara untuk luar pulau, dirinya pernah melakukan touring hingga ke Lombok.

“Suka motor cowok, awalnya liat punya teman-teman. Terus sepupu saya juga ada yang hobi. Dari situ kok saya tertarik gitu. Menurut saya, kesan pertama mencoba, motor cowok itu lebih tangguh dari motor bebek ataupun matic. Dari situlah saya tertarik dan suka,” kata Yohana.

Ketertarikannya pada motor, membuat Yohana antusias memiliki dua motor sekaligus, diantaranya Kawasaki Drag Tracker 150cc, dan Kawasaki Motor Sport 250cc. Baginya, ada tantangan dan kepuasan yang ia rasakan, ketika mengendarai dua jenis motor tersebut.

“Belinya sekitar dua tahun yang lalu. Kalau Kawasaki Drag Tracker 150cc harganya sekitar Rp30 juta dan Kawasaki Motor Sport 250cc sekitar Rp60 juta. Kadang saya suka nyobain motor teman-teman yang sampai 1000 cc, karena penasaran. Touring itu bisa melepas adrenalin sendiri. Yang dirasakan itu lebih santai, dan enjoy,” kata dia.

Memiliki hobi yang cukup menantang, Yohana mengaku pihak keluarganya sama sekali tidak mempermasalahkan. Asal positif, keluarga Yohana akan mendukungnya. Terutama soal safety riding, tetap menjadi hal utama bagi Yohana saat melakukan touring.

“Keluarga mendukung, termasuk suami saya, asalkan kegiatannya positif dan selalu berhati-hati. Yang terpenting saya gak ugal-ugalan, gak arogan, dan tetap sopan santun di jalanan,” tambahnya.

Terkait perawatan pada kedua motornya, Yohana mengatakan penggantian oli menjadi hal yang harus diperhatikan. Sebab, apabila penggantian oli pada motor telat, bisa berakibat pada mesin motor yang cepat rusak. Mengingat harga kendaraannya yang cukup mahal, Yohana mengaku biaya servis kedua motornya tidaklah murah.

“Servisnya cukup mengeluarkan biaya yang berlebih. Yang paling utama, ganti oli ya. Kalau Drag Tracker itu 2 bulan sekali, harus ganti oli, begitu juga dengan yang motor sport. Karena kalau engga, mesin langsung rusak,” kata dia.

Dengan biaya yang tidak sedikit, Yohana mengaku senang menekuni hobinya itu. Dia masih tertantang untuk melanjutkan touring ke daerah-daerah lainnya bersama teman-temannya. Yang terpenting saat touring, kata Yohana, stamina dan fisiknya harus kuat, tidak manja dan berani.

“Cewek itu harus berani. Motoran itu ya sendiri-sendiri, mau itu cewek apa cowok, gak ada bedanya. Harus jaga diri sendiri, gak boleh manja. Yang terpenting staminanya di jaga. Kalau saya minum vitamin aja sih,” pungkasnya.

Tidak hanya sekedar touring, Yohana mengatakan dirinya bersama teman-temannya kerap melakukan kegiatan bakti sosial dan menggelar event lainnya. (ang)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 8 Agustus 2026
27o
Kurs