Kamis, 25 Februari 2021

Peringati Hangeul ke 572, Gelar Lomba Menulis Cantik Hangeul

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Peringatan Hangeul day ditandai penampilan pakaian tradisional sejumlah wanita Korea di UK Petra Surabaya. Foto: Totok/Dok. suarasurabaya.net

Perkenalkan budaya Korea, UK Petra Surabaya, Sabtu (20/10/2018) gelar Lomba Menulis Cantik Hangeul diikuti para mahasiswa dan berlangsung di gedung T lantai 5 ruang AVT. 502, kampus UK Petra.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh King Sejong Institute (KSI) Surabaya di UK Petra Surabaya ini tidak hanya terbatas dari murid KSI saja tetapi juga dari masyarakat luas.

Kegiatan yang merupakan event budaya ini dalam rangka untuk memperkenalkan budaya Korea melalui kesenian puisi Korea.

Nantinya para peserta diberi waktu selama satu jam untuk menulis puisi dalam huruf Hangeul yang sudah dipilih oleh KSI pada kertas yang telah disediakan.

“105 peserta sudah mendaftar. Acara ini memperingati hari Hangeul yang ke 572. Tiap tahun kami selalu memeperingatinya tetapi dengan berbeda-beda jenis kegiatannya,” terang Dr. Liliek Soelistyo, M.A., Kepala KSI Surabaya di UK Petra Surabaya.

Puisi Korea terkenal memiliki makna yang indah. Satu diantaranya puisi ciptaan Kim Chun Su, seorang penyair terkemuka asal Korea Selatan pada akhir abad 20 an, berjudul Bunga, yang menjadi bahan materi lomba.

Puisi Bunga ini ditulis saat perang saudara terjadi di Korea. Berkisah tentang keinginan seseorang untuk menjadi sesuatu yang berarti bagi orang lain, dengan memanggil nama orang tersebut yang diibaratkan sebagai bunga.

Panitia, lanjut Liliek, memilih 10 orang pemenang yang akan mendapatkan peralatan makan tradisional Korea yang langsung didatangkan dari Korea sebagai satu diantara hadiahnya.

Sementara itu, ditambahkan Dyah Sekarini H, A.Md., staff KSI Surabaya, pihak juri akan menggunakan 3 kriteria untuk menentukan pemenang pada lomba menulis cantik kali ini.

“Kami tetapkan 3 kriteria untuk menentukan pemenang dalam lomba menulis cantik ini. Yaitu, memiliki tulisan tangan terbaik tetapi bukan kaligrafi, melainkan tulisan tangan rapi dan hiasan atau gambar di kertas yang terlihat cantik serta menarik sesuai dengan arti puisi,” papar Dyah Sekarini.

Sedangkan juri darti Korea adalah: Hong Jong Youn (pengajar Bahasa Korea), Kim Yu Jeong (Pengajar dan perwakilan KSI di Korea), Cha In A (Pengajar KSI Surbaya), Herlinda Yuniasti (pengajar bahasa Korea) dan Liliek Soelistyo (Direktur KSI).

Dijadwalkan usai mengikuti lomba, peserta dapat merasakan lima kuliner asli Korea mulai dari Bulgogi, Japchae, Kimchi, Tteokbokki juga Ayam Bumbu ala Korea.(tok)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Terguling dan Muatannya Tumpah

Mobil Masuk Sungai di Jemursari

Surabaya
Kamis, 25 Februari 2021
26o
Kurs